Cegah Konflik Gajah Meluas Kebun Warga Akan Dilindungi Barier

TINJAU LAHAN: Bupati Aceh Timur, Hasballah HM. Thaib meninjau lahan masyarakat yang menjadi sasaran gajah di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (11/10). MAULANA/RAKYAT ACEH

IDI (RA) – Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib atau yang akrap disapa Rocky, mengharapkan agar masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan habitat yang ada didalamnya, baik gajah, harimau, orangutan atau berbagai jenis satwa lainnya.

“Kawasan hutan harus dilestarikan, satwa liar seperti gajah juga perlu dilindungi. Untuk meningkatkan ekonomi petani dan pekebun, maka kita akan membangun barier (batas) gajah di daerah ini,” kata Bupati Rocky, ketika meninjau lahan masyarakat yang menjadi sasaran gajah di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (11/10).

Mayarakat diingatkan tidak membunuh gajah seperti meracuni atau tindakan lain, karena pemerintah bergandengan tangan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan lembaga Forum Konservasi Leuser (FKL) akan menyelesaikan konflik gajah.

“Konflik gajah ini perlahan akan selesai, tapi butuh waktu, tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan,” ujar Rocky.

Diharapkan, ladang yang menjadi sasaran gajah dalam sepekan terakhir agar masyarakat menghalau dengan petasan. “Gajah dan manusia harus hidup berdampingan, karena satwa liar seperti gajah ini dilindungi undang-undang, sehingga kita harus melindunginya,” tutup Rocky.

Sebelumnya, Rocky juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen menyelesaikan konflik gajah. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan BKSDA, Forum Konservasi Leuser FKL dan IDH di Idi, Senin (9/10).

“Kita tahu masyarakat juga butuh ekonomi, gajah juga butuh hidup, hutan juga butuh dilindungi jadi semua saling membutuhkan, maka ini semua harus kita jaga dan saling berdampingan,” kata Rocky. (mag-75/mai)