Terduga Mesum, Pulih Batal Dilantik

Rakyat Aceh

SUBULUSSALAM (RA) – Walikota Subulussalam, H. Merah Sakti, melantik 12 dari 13 kades terpilih dalam wilayah Kecamatan Rundeng di aula serbaguna Kantor Camat setempat, Rabu (11/10).

Satu diantaranya kades terpilih Tualang bernama Pulih batal dilantik karena diduga melakukan mesum dengan seorang perempuan bersuami seperti diberitakan sebelumnya. “Kita tunda dulu pelantikannya, sebelum proses hukum selesai,” kata Merah Sakti saat diwawancarai Rakyat Aceh usai pelantikan.

Menurut Merah Sakti, meski belum ada putusan yang mengikat dalam kasus yang dialami kades terpilih Tualang, namun hal itu menimbulkan isu-isu yang menggaung di publik, maka dirinya mengambil sikap untuk menunda pelantikan khusus kades terpilih Tualang.
Dengan ditundanya pelantikan kades terpilih Tualang, maka kampong bersangkutan akan dijabat sementara yang sebelumnya sudah ditunjuk. Merah Sakti juga menegaskan bahwa ia tidak akan melindungi pelaku pelanggar syariat Islam di Kota Subulussalam, namun tetap mengedepankan praduga tak bersalah. “Kalau nanti tidak terbukti, maka akan saya lantik,” ucap Merah Sakti.

Sementara, Kades terpilih Tualang, Pulih belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali Rakyat Aceh berusaha menghubungi teleponnya tidak aktif.

Yara Apresiasi Walikota
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako sebagai pendamping warga Tualang memberikan apresiasi terhadap kebijakan Walikota Subulussalam dengan tidak melantik Kades terpilih Tualang sebagai terduga mesum.

“Kita melihat sikap positif pak Walikota yang sangat bijak dan tegas. Tentu kita apresiasi dan merupakan langkah yang baik dalam menyikapi persoalan ini. Kami dari YARA sebagai pendamping khusus masyarakat Gampong Tualang dalam hal ini berharap kepada Walikota untuk memerintahkan jajarannya seperti Dinas Syariat Islam dan WH agar segera bekerja untuk mengusut tuntas kasus ini, sehingga tidak ada kecurigaan publik terhadap proses keadilan hukum syariat Islam di Kota Subulussalam ini,” kata Edi. (lim/bai)