Bayi Derita Liver Butuh Bantuan

Ketua YARA perwakilan Subulussalam, Edi Sahputra Bako saat mengunjungi Njuah bayi penderita Liver dan Kista di Subulussalam, Ahad (15/10). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

Subulussalam (RA) – Njuah Masdiani Bako, nyaris tak berhenti menangis. Usianya yang baru enam bulan, sering mengundang air mata Masnawati, ibunya. Segala upaya telah dilakukan. Namun derita liver dan atresia bilier (gangguan fungsi hati) masih mengelayut di perut buah hatinya.

Kaya Alim-Subulussalam

Masnawati dan suaminya Samidin Bako, tak berdaya. Samidin hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Pendapatannya, hanya cukup menutup biaya dapur. Sementara anak mereka, membutuhkan dana besar untuk mengurangi deritanya.

Bayi warga di Jalan Teuku Umar, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam ini sempat dirawat di RSUP Adam Malik, Medan, Sumatera Utara.

Namun tim dokter setempat menyerah. Lantas menyarankan, agar Njuah dibawa ke rumah sakit di Jakarta. Alasannya, RSUP Adam Malik tidak memilik dokter spesial bagian operasi penyakit yang diderita bayi mungil tersebut.

“Sudah satu bulan kami berada di RSUP Adam Malik dan disarankan dibawa ke Jakarta untuk dioperasi,” kata Masnawati.

Menurut keterangan dokter RSUP Adam Malik, kata Masnawati, meski dirujuk ke Jakarta, pihak BPJS hanya bisa menanggung biaya perobatan sebesar Rp250 juta, sedangkan diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk kesembuhan Njuah berkisar miliaran rupiah.

“Mendapat keterangan dari dokter kami hanya pasrah dan membawa anak kami pulang ke Subulussalam,” kata Masnawati sambil mengelus-elus pala Njuah yang menangis kesakitan.

Menurut Masnawati, diketahui perut Njuah membesar setelah umur tiga bulan. Namun, penjelasan dari dokter bahwa penyakit itu sudah bawaan dari lahir.

Karena keterbatasan kemampuan biaya operasi tersebut, ia saat ini masih berupaya untuk kelangsungan pengobatan bagi kesembuhan anaknya. Mendapat kabar keadaan bayi tersebut, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Subulussalam, Edi Sahputra Bako, datang membesuk.

Edi bersama rekanannya, menyarankan untuk dirujuk ke RSUZA Banda Aceh agar segera ditangani. Menurut Edi, jika dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, meski tak memiliki dokter spesialis menangani bayi itu, maka akan dirujuk ke Jakarta atau dokter dari Jakarta diturunkan ke Banda Aceh.

“Ini kelebihan kita di Aceh, meski biaya dari BPJS tidak memungkinkan menanggung semua biayanya, pasti akan diupayakan bagaimana cara agar mendapat perawatan medis yang baik,” kata Edi.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Mashyuri, SKM juga turun menemui bayi tersebut. Ia langsung membawa bayi tersebut ke RSUD Subulussalam menunggu diberangkatkan ke Banda Aceh. “Akan kita berangkatkan hari Senin,” kata Mashyuri.

Para pembaca yang tergugah, ingin membantu meringankan derita keluarga kurang mampu ini, dapat menghubungi Masnawati dinomer telpon 0822-1317-9420.(lim/mai)