Senior Manager Semen Indonesia Diperiksa Polisi

Istri Andaman Ibrahim, menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP). RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Sigit Priyono Hadi, selaku senior manager corporate business PT Semen Indonesia, Gersik, Jawa Timur, diperiksa polisi Kota Banda Aceh terkait pemalsuan dokumen kepemilihan lahan Andaman Ibrahim.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh penyidik polisi atas laporan keluarga Andaman Ibrahim atas pemalsuan tanda tangan Andaman Ibrahim pada dokumen kepemilikan lahan di areal pembangunan pabrik Semen Indonesia Aceh (SIA).

Hal itu diketahui setelah pihak keluarga Andaman Ibrahim menunjukkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) tanggal 18 Oktober 2017 dari polisi.

Menurut istri Andaman, Syarifah Munirah, pihaknya merasakan dirugikan atas pemalsuan dokumen lahan, sehingga pihaknya melaporkan Direktur Samana Citra Agung (SCA), Deni Fahlevi bersama Cs ke Polresta Banda Aceh pada tanggal 25 Agustus 2017.

Hal ini dilakukan Syarifah berawal dari kisruh di perusahaan SCA dimana pemagang saham 14,6 persen Andaman Ibrahim diberhentikan sepihak. Bahkan pihak SCA menunjukkan dokumen pelepasan lahan yang ditandatangani Andaman Ibrahim tanggal 5 Januari 2015, dimana saat itu Andaman dalam kondisi kritis.

“Bagaimana suami saya menandatangan, sedangkan kondisinya sedang kritis,” sebutnya.
Berdasarkan itu, Syarifah mengambil dan menelaah dokumen itu, sehingga ditemukan banyak kejanggalan yang ditemukan, termasuk tanda tangan.

“Jika kami dapat ditipu bagaimana lagi masyarakat awam,” kata Syarifah yang jugaa tercatat sebagai anggota DPRK Banda Aceh ini.

Kata Syarifah, pihak tidak keberatan lahan pribadi milik Andaman Ibrahim seluas 15 hektar (11 persil) itu diberikan untuk pembangunan pabrik SIA. “Kita komit menyerahkan lahan, jika sesuai aturan, bukan seperti ini melakukan pemalsuan dokumen,” kata Syrifah yang telah memperoleh foto copy dokumen yang dipalsukan.

Kata Syarifah, pihaknya kini hanya menunggu jawaban dari pihak SCA dan SI maupun SIA terkait lahan, sebab pemberhentian pembangunan pabrik semen itu akibat lahan, namun hingga kini tidak disebutkan lahan mana yang bermasalah.

“Kami menanyakan pada pihak SIA dan SI, lahan mana yang bermasalah, sehingga pembangunan pabrik dihentikan. Padahal kami sudah berniat melepaskan lahan itu sesuai aturan. Tapi hingga kini belum ada jawaban dari SCA, SI dan SIA,” sebutnya.

Kepala Biro Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sigit Wahono membenarkan, jika Semen Indonesiaa yang diwakili oleh senior manager corporate business PT Semen Indonesia, Sigit Priyono Hadi, telah diminta keterangannya oleh Polresta Banda Aceh pada tanggal 6 Oktober 2017 lalu. (bai)