Terbukti Menampung Ikan Curian Kapal Siver Sea Dirampas Negara

Hasil sidang putusan Pengadilan Negeri Kota Sabang, kapal berbendera Thailand Silver Sea 2 (SS2) disita negara. ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH/DOK

SABANG (RA) – Hasil sidang putusan Pengadilan Negeri Kota Sabang, kapal berbendera Thailand Silver Sea 2 (SS2) disita negara.

Kapal berbobot 2.285 GT yang di nahkodai Yotin Kuarabiab tersebut diputuskan bersalah karena diketahui masuk wilayah perairan Indonesia menampung berbagai jenis ikan curian.

Dalam amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Zulfikar memutuskan Kapal Silver Sea-2 bersama seluruh ikan hasil lelang dirampas untuk negara Indonesia.

Terdakwa terbukti melakukan pelanggaran pidana kemaritiman dan didenda Rp250 juta atau diganti dengan kurungan penjara enam bulan.

Disebutkan, Yotin Kuarabiab terbukti melanggar Pasal 7 ayat (2) Jo. Pasal 100 UU Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

“Yotin Kuarabiab sebagai terdakwa Nahkoda Kapal Silver Sea-2 terbukti bersalah dan ikan hasil lelang sebanyak 1.930 ton denganya nilai jual dari hasil lelang senilai Rp2,579 miliar pada 19 Juli 2016 lalu bersama isi dan dokumen kapal seluruhnya dirampas untuk negara,” tegas Ketua Majelis Hakim.

Ia juga menyebutkan, tindakan yang dilakukan terdakwa juga dapat menjatuhkan harkat serta mertabat bangsa Indonesia di bidang kemaritiman.

Namun yang meringankan terdakwa diantaranya, terdakwa belum pernah melakukan dihukum dan sudah menjalini hukum lebih dua tahun di atas Kapal Silver Sea 2 di Dermaga Lanal Sabang.

Seperti diberitakan Rakyat Aceh sebelumnya, kapal Thailand yang ditangkap ini milik Silver Sea Reefer.Co.Ltd yang berpusat di Thailand. Kapal ini disewakan kepada agen PT. Pacific Glory lestari yang berkedudukan di Indonedia.

Dalam pengoperasian di Indonesia, kapal ini melakukan pelanggaran Transhipment di sekitar Pulau Indarung dan penampung ikan dari kapal-kapal eks Mabiru dan Bejina yang dicuri diperairan Indonesia dan mematikan AIS dan PMS (alat pemantau kapal) agar tidak mudah dideteksi keberadaan kapal.

Bermula dari itulah muncul kecurigaan sampai akhirnya dilakukan pengejaran dan berhasil menangkap Kapal Silver Sea 2.

Karena telah melakukan pelanggaran, maka pemerintah Indonesia bersikap tegas mengejar, menangkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Sebelumnya, pihak Imigrasi Kelas II Sabang telah memulangkan sebanyak 18 dari 19 anak buah kapal (ABK) SS-2 itu yang ditangkap Kapal 385 KRI Teuku Umar sekira 80 mil dari lepas pantai Sabang pada Rabu 12 Agustus 2015 dan selanjutnya kapal tersebut digiring ke Dermaga Lanal Sabang.

Hadir dalam persidangan itu, Kuasa Hukum Terdakwa dari Kantor Pengacara Ihza & Ihza Law Firm Zulkarnain, SH, MH., Direktur Penangkapan dan Penindakan PSDKP Fuad Himawan danKepala Pangkalan PSDKP Banda Aceh Basri.(han/mai)