PLN Aceh Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI

PT . PLN (Persero) menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Provinsi Aceh di Aula Teuku Umar, kantor PLN Aceh, Selasa (31/10). FOTO HUMAS PLN/RAHMAT

BANDA ACEH (RA) – PT . PLN (Persero) Wilayah Aceh menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Provinsi Aceh di Aula Teuku Umar, kantor PLN Aceh, Selasa (31/10).

Sehari sebelumnya, para anggota Komisi VII DPR RI ini juga sempat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Ruang Potensi Daerah Sekretariat Daerah Aceh, Senin (30/10).

Kehadiran Komisi yang membidangi bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup ke Aceh adalah untuk mendapatkan informasi terkait kondisi energi dan lingkungan hidup dari berbagai stakhoder terkait, seperti pemerintah Aceh dan PT. PLN.

Kedatangan Komisi VII DPR RI ke kantor PLN Aceh dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR Syaiful Islam, bersama sejumlah angota komisi dan staf ahli kementerian ESDM.

Turut hadir Kepala Dinas ESDM Aceh Ir. Akmal Husen. Mereka disambut oleh Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto, GM PLN Wilayah Aceh Jefri Rosiadi, GM Pembangkit Sumatera Bagian Utara, Bambang Iswanto, GM Unit Induk Pembangunan, Wenddy B Sudirman, dan GM Unit Induk Pembangunan 2, Oktavianus Padudung.

Dalam kesempatan itu, Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo memaparkan tentang kondisi kelistrikan di Sumatera, khususnya Provinsi Aceh yang akan segera mandiri energi dalam beberapa tahun ini.

Ia juga menjelaskan tentang program listrik desa yang realisasinya sudah mencapi angka 94 persen. Tinggal 12 desa lagi yang akan menjadi prioritas PLN tahun depan, tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Mantan Kepala Divisi Konstruksi Regional Sumatera ini menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di Sumatera saat ini, untuk Sumatera Bagian Utara, termasuk Aceh didalamnya, beban puncak mencapai 2.057 mega watt, daya mampu pembangkit 2.521 mega watt dengan cadangan 464 mega watt.

Khusus Aceh, kata Wiluyo Kusdwiharto, beban puncak telah mencapai sekitar 350 mega watt. Sementara kapasitas penyediaan daya listrik dari sejumlah pembangkit di Aceh adalah 250 mega watt. Artinya, sisanya dipenuhi dari Sumatera Utara.

Kedepan, dengan rampungnya sejumlah pembangkit, maka Aceh dipastikan akan mandiri secara energi. Apalagi saat ini ada 48 pembangkit yang sedang dan akan dibangun di Aceh.

Ia melanjutkan, PLN juga kembali membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Arun, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, dengan kapasitas 250 mega watt, serta pembangkit 50 mega watt di daerah Krueng Raya.

Dalam kesempatan itu, Wiluyo juga turut menjawab tentang adanya keluhan maasyarakat Aceh tentang masih padamnya aliran listrik. Hal tersebut disebabkan banyak factor, seperti gangguan alam, seperti pohon tumbang dan terkena petir.

Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Syaiful Islam, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa di Negara maju, besaran konsumsi listrik menjadi indokator pertumbuhan ekonomi. Kalau saat ini Aceh baru mampu menghasilkan 250 MW, maka dapat dikatakan geliar ekonomi Aceh masih sangat jauh dari provinsi tetangga Sumatera Utara mencapai 1.807 MW.

Untuk itu, ia meminta kepada PLN untuk meningkatkan kapasitas listrik ke provisi Aceh. “Kita harap Aceh bisa mandiri secara energi,” ujarnya.

Bukan hanya itu, ia juga meminta PLN untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi. Semua desa di Aceh harus sudah berlistrik pada tahun depan, jangan menunggu sampai tahun 2019 seperti program PLN.

General Manager PT PLN Wilayah Aceh Jefri Rosiadi menyampaikan, lewat program listrik pedesaan, PLN Aceh setiap tahunnya terus melakukan pemasangan listrik hingga pelosok desa.

Sejauh ini, ratio elektrifikasi pemasangan listrik sudah mencapai 96 persen. Artinya, masih ada 4 persen lagi yang belum menikmati listrik. Atau 12 Desa lagi yang berada di daerah pelosok Aceh belum menikmati listrik.

Di hadapan anggota komisi VII DPR RI, Jefri menyatakan komitmennya agar tidak perlu menunggu tahun 2019 bagi 12 desa tersebut untuk seluruhnya menikmati listrik. Karena PLN Aceh berkomitmen agar tahun depan, semua desa di Aceh 100 persen akan dialiri listrik.

Untuk mewujudkan itu, Jefri Rosiadi menyampaikan bahwa PLN sudah meminta bantuan Pangdam Iskandar Muda (Pangdam IM) untuk mendukung PLN agar dapat menjangkau seluruh desa yang belum dapat diakses tersebut.

“Kita mohon dukungan Pemda karena ada desa yang terisolir, tidak dapat diakses. Target kita, tahun 2018 seluruh desa di Aceh akan menikmati listrik,” demikian ungkapnya. (slm)