Mahasiswi Akbid Dicabuli Dosen

DOSEN CABUL: Kasat Reserse Kriminal Polres Aceh Barat, AKP Fitriadi, mencebloskan Dosen cambul ke dalam sel tahanan Mapolres setempat, Kamis (2/11). For Rakyat Aceh

MEULABOH (RA) – Dua mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) di Kabupaten Aceh Barat, melaporkan tindak pelecehan seksual ke polisi. Dalam pelaporannya, para mahasiswi menyebutkan pelakunya merupakan seorang karyawan di kampusnya.

Berdasarkan pelaporan DS (21) warga Gampong Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan dan I (21) warga Gampong Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, polisi menangkap tersangka M (30), tanpa perlawanan di rumahnya jalan Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan.

M terpaksa mendekam dalam sel tahanan Polres untuk menjalani proses penyidikan. Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Fitriadi, menyebutkan aksi pelecehan terjadi terhadap korban secara terpisah.

Pada polisi DS menceritakan peristiwa yang dialaminya terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (31/10). Saat itu, ia menghubungi M untuk berkonsultasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang merupakan tugas akhir di perguruan tinggi tersebut.

“Naik saja ke lantai atas bapak sedang di lantai tiga sekarang,” kata DS, mengulang ucapan tersangka.

Saat bertemu, M menuding KTI milik DS dikerjaikan orang lain. Namun DS membantahnya, ia menjelaskan bahwa tugas dikerjakannya sendiri. Tiba-tiba M meminta DS duduk disampingnya, lalu mengunci pintu.

Berikutnya tersangka mendorong korban ke kasur, menarik baju, dan menyalurkan hasratnya. Mendapatkan perlakuan tersebut, korban melawan hingga akhirnya melapor ke polisi.

“Mereka lansung melaporkan tindakan cabul dosen itu,” kata AKP Fitriadi, Kamis (2/11).
Atas perbuatannya, M jerat pasal 46 Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014. Selain itu, qanun acara jinayat nomor 7 Tahun 2013 dengan hukuman cambuk sebanyak 45 kali, denda emas 450 gram dan 3,7 tahun penjara.

”Untuk mempermudah proses hukum, M harus rela mendekam di sel Mapolres sampai kasus ini mendapat keputusan dari pengadilan,” jelasnya.(den/mai)