Kain Flanel Diolah Jadi Gantungan Kunci

Sri Rezeki (kanan) memperlihatkan sovenir pesanan pelanggan di Gampong Mon Mata, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Ahad (5/11). HENDRA SAYENG/RAKYAT ACEH

CALANG (RA) – Banyak orang yang memiliki kreativitas, namun banyak juga yang tidak mengembangkannya, beda dengan Sri Rezeki, SSos.I, ibu rumah tangga asal Gampong Mon Mata, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya ini mampu mengolah barang menjadi sebuah kreasi yang menghasilkan uang.

Sejak beberapa tahun yang lalu, Sri telah membuat gantungan kunci dari kain flanel dengan bentuk yang unik-unik? dan banyak diminati para pelanggan kebanyakan dari kalangan anak-anak dan orang dewasa.

Sri Rezeki saat di temui Harian Rakyat Aceh, Ahad (5/11) menyampaikan kreasi uniknya mulai di kembangkan sejak tahun 2015 lalu, dengan mengolah bahan dari kain flanel menjadi sebuah gantungan kunci unik dengan bermacam bentuk.

“Kalau motif bermacam ragam, ada yang berbentuk hello kitty, ada yang berbentuk sosmet, ada juga yang berbentuk buah-buahan, yang pasti tergantung pesanan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, saat ini kendala yang paling sulit adalah bidang pemasaran, karena belum banyak yang tahu. “Biasanya yang pesan adalah orang yang mau melaksanakan pesta pernikahan, untuk sovenir pernikahan,” tutur Sri.

Kata Sri, dalam satu minggu dirinya mampu menyelesaikan gantungan kunci sebanyak lima ratus buah lebih yang siap packing. “Untuk pemesanan, Alhamdulillah saat ini ada yang dari dalam Aceh Jaya dan juga ada yang dari luar Aceh Jaya, yaitu Lhokseumawe?, Banda Aceh dan ada juga dari Aceh timur dan biasa kami siapin kalau ada pesanan itupun tidak selalu ada,” ucapnya.

Ia berharap kepada pemerintah daerah dapat membantu modal usaha untuk dapat mengembangkan produksi usaha rumahan, sehingga mereka yang tidak bekerja di tempat lain mampu berkarya dengan berwirausaha dirumah.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu baik berupa pemasaran maupun memberi bahan untuk keperluan dan juga alat produksi lainnya karena saat ini saya menyelesaikan semua dengan cara manual, dengan cara saya jahit dengan tangan,” tutur Sri. (mag-67/bai)