Kejari Nagan Raya Geledah Tiga Instansi

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Rumah Transmigrasi

Temukan Sejumlah Stempel Perusahaan

 

SUKA MAKMUE (RA)– Satuan Tugas Khusus Tindak Pidana Korupsi (Satgasus-Tipidkor) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya melakukan pengeledahan di tiga instansi pemerintah setempat kompleks perkantoran Suka Makmue, Selasa (7/11).

 

Pengeledahan dokumen tersebut dilakukan dalam rangkan pembuktian perkara tindak pidana korupsi kasus pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi yang di bangun di Dusus Ketubong Tunong, Gampong Blang Lango,  Kecamatan Seunagan Tumur, Nagan Raya tahun anggaran 2015 lalu.

 

Pengerebekan tersebut yang pertama dilakukan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nagan Raya sekira pukul 10:30 WIB hinga pukul 11:20 WIB. atau selama 40 menit.

 

Kemudian Tim Satgasus Tipidkor Kejaksaan Negeri melakukan pengeledahan di Unit Layanan Pengadaan Setdakab Nagan Raya sekira pukul 11:30 WIB. hinga  pukul 12:00 WIB. atau selama 30 menit.

 

Tidak hanya di situ, Tim Satgasus Kejari Nagan Raya kemudian melanjutkan pengeledahan di ruang Kerja Kepada Dinas Sosial Nagan Raya sekira pukul sekira pukul 12:10 WIB. hinga pukul 12:50 WIB. atau selama 40 menit.

 

Pengeledahan di lakukan di Disnakertrans dan Dinas Sosial itu, karena pada tahun 2015 lalu mereka masih dalam satu Dinas, yaitu. Dinas Sosial Tenaga Kerja danTransmigrasi (Dinsosnakertrans) yang menangani proyek pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi di Ketubong Tunong tahun 2015 lalu.

 

Dalam pengeledahan dokumen yang di pimpin Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH. Di Disnakertans disaksikan Kepada Dinas, dan Sekretaris. Di Unit Layanan Pengadaan Setdakab Nagan Raya disaksikan pegawainya, sedangkan di Dinas Sosial disaksikan Sekretaris Dinas.

 

Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH mengatakan, pengeladahan tersebut dilakukan dalam rangka untuk pembuktian perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi tahun 2015 lalu yang sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

 

Dari tiga lokasi yang dilakukan pengeledahan tim Satgasus Tipidkor Kejari Nagan Raya mengamankan sejumlah barang bukti kasus tersebut, bahkan barang bukti yang ditemukan ada yang diluar dugaan penyidik.

 

Dalam pengeledahan tersebut petugas menemukan tiga stempel milik perusahaan di ruang Kepala Bidang Transmigrasi Nagan Raya atau Pejabat pembuat kumitmen (PPK).

 

“Tiga stempat yang ditemukan masing-masing milik perusahaan pelaksana pekerjaan, milik konsutan pengawas, dan milik konsultan perencana. Seharusnya stempal ini bukan di ruangan itu, tapi di kantor perusahaan masing-masing,” kata Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH.

 

Selain itu,  penyidik juga menemukan sejumlah dokumen lain yang awalnya belum diserahkan ke Kejari Nagan Raya, serta sejumlah dokumen yang ditemukan di Unit Layanan Pengadaan dalam bentuk versi yang berbeda dengan yang diserahkan ke penyidik sebelumnya.

 

“Dokumen yang berbeda ditemukan itu ada dua versi tanda tanggan, misilnya di dokumen A, orang lain yang menanda tangani dan di dokumen B orang lain lagi, bearti dokumen itu ada dua versi tanda tangan,” kata Mukhsin.

 

Selain itu juga ditemukan sejumlah dokumen lainya terkait proyek pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi dari anggaran APBN tahun 2015 lalu.

 

Dikatakannya, kasus dugaan korupsi tersebut dengan kerugian negara diperkirakan berkisar Rp 500 juta, dari jumlah anggaran Rp 3,8 miliyar terdiri antara lain Rp 3,2 miliyar untuk pekerjaan fisik, dan 150 juta untuk pengawasan. Dana tersebut bersumber APBN dari bantuan Kementerian Desa pemerintah Pusat.

 

“Dalam kasus ini penyidik sudah menetampak sebagai tersangka sebanyak empat orang yaitu, Kepala Dinas Sosisal Nagan Raya, Pejabat pembuat kumitmen (PPK), rekanan dan konsultan pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi,” kata Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin.

 

Dengan adanya sejumlah bukti baru tersebut, penyidik Kejari Nagan Raya akan melakukan pemeriksaan saksi kembali. “Kita akan mempelajari barang buktu yang baru diamankan ini, apa nantinya ada tersangka baru atau tidak, ini masih kita pelajari,”  kata Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH. (ibr)