DITEMUKAN TEWAS: Ishak, warga Bayeun yang ditemukan tewas di dalam tambak saat tiba di RSUD Langsa, Selasa (7/11). Bahtiar Husin/Rakyat Aceh)

LANGSA (RA) – Seorang warga Gampong Bayeun Keude, Dusun Hijrah, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, Ishak (48) ditemukan tewas mengapung dalam areal tambak milik warga di gampong setempat pada Selasa (7/11) pagi sekira pukul 07.00 Wib.

Istri korban, Aminah saat mendampingi jenazah almarhum di RSUD Langsa, kepada Rakyat Aceh mengatakan, terakhir dirinya berjumpa dengan suami pada Senin (6/11) malam menjelang magreb.

Setelah itu korban pamit untuk pergi ke areal tambak sekitar 3 Km dari rumahnya untuk menjaga unit alat berat jenis Beco yang sedang mengerjakan pengerukan tambak dimaksud.

“Selepas Magreb sampai pukul 21.00 Wib, saya masih komunikasi dengan suami (korban-red) menggunakan HP dan kami bercanda biasa. Setelahnya, kami tidak berkomunikasi lagi dan saya bersama anak langsung istirahat di rumah, sedangkan ayah (panggilan istri kepada korban-red) jaga Beco di tambak dan tidak pulang,” sebut Aminah.

Dijelaskannya, tidak ada firasat apapun darinya terhadap suami malam itu, baik ketika suami berangkat jaga Beco maupun ketika berbicara di HP. Hingga akhirnya, ketika pagi hari sekira pukul 07.00 Wib dirnya menerima telepon dari operator Beco bahwa korban ditemukan mengapung dalam areal tambak.

Lanjutnya, mendapat informasi tersebut dirinya bersama keluarga dan warga langsung menuju ke lokasi untuk memastikannya. Disana Aminah melihat jenazah suaminya telah mengapung dalam areal tambak sejauh 200 meter dari unit Beco yang dijaganya.

Beberapa menit kemudian, korban langsung dievakuasi oleh warga dan tim Basarnas Aceh Timur menuju ke RSUD Langsa menggunakan mobil ambulans Puskesmas Rantau Seulamat untuk proses otopsi.

Dari hasil otopsi rumah sakit diketahui pada kepala bagian belakang korban mengalami luka bacok senjata tajam, dan pipi kanan bawah mata mengalami luka sayat.

“Sehari-hari suami saya bekerja sebagai buruh angkutan sawit di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bayeun. Namun malam itu dia lembur untuk menjaga alat berat Beco yang sedang buat tambak di areal tambak itu,” sebut Aminah seraya menambahkan, kini dirinya hanya pasrah hidup dengan satu orang anak perempuan usia 14 tahun hasil perkawinan dengan korban.

Sementara itu Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa melalui Kasat Reskrim, Iptu Agung Wijaya Kusuma, di RSUD Langsa, kepada Rakyat Aceh mengatakan, sementara ini pihaknya belum bisa memastikan motif kematian korba.

“Namun dari hasil visum sementara kita duga korban dibunuh, hal ini terlihat dari adanya luka bacok pada kepala bagian belakang dan pipi kanan,” sebut Agung seraya menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat tersebut. (dai/min)