Kasus Dugaan Korupsi Rumah Transmigrasi, Kejari Nagan Raya Temukan Bakti Baru, Empat Orang Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Satgasus Tipikor Kejari Nagan Raya mengamankan barang bukti baru ke Kejari setempat hasil pengeledahan di tiga instansi pemerintah Selasa (7/11). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA)– Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya menemukan barang bukti baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi yang di bangun di Dusus Ketubong Tunong, Gampong Blang Lango,  Kecamatan Seunagan Tumur, Nagan Raya.

Dalam kasus tersebut, penyidik Kejari Nagan Raya sudah menetapkan sebanyak empat orang sebagai tersangka dalam proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN) malalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrsi Republik Indonesia tahun 2015 lalu sebesar Rp 3,8 miliyar.

Dalam kasus tersebut, penyidik menemukan kerugian negara diperkirakan berkisar Rp 500 juta. Dari anggaran Rp 3,8 miliyar antara lain untuk pengawasan Rp 150 juta dan untuk pekerjaan fisik Rp 3,2 miliyar.

Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH mengatakan, penyidik menemukan barang bukti baru dalam kasus dugaan korupsi di proyek pemukiman rumah Transimgrasi yang di Dusus Ketubong Tunong, Gampong Blang Lango, Nagan Raya.

Barang bukti baru yang ditemukan di ruangan Kepala Bidang Transmigrasi berupa, tiga stempel perusahaan, masing-masing, perusahaan pekerjaan fisik, perusahaa Konsultan pengawas dan perusahaan konsultan perencana.

“Sebanyak tiga Stempel ini kuat dugaan dipalsukan, karena stempel tersebut yang seharusnya berada di kantor perusahaan masing-masing, tapi kenapa ada di ruang Kabid Transmigrasi,” kata Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH.

Selain itu, penyidik Kejari Nagan Raya menumukan dokumen di ruangan Unit Layanan Pengadaan (UPL) Setdakab Nagan Raya berupa, daftar penerima bantuan rumah transmigrasi, bahan-bahan rapat, serta bantuan realisasi fisik dan keuangan terkait sumber dana APBN 2015.

Perkara tersebut penyidik masih melakukan pemeriksaan masing-masing saksi untuk masing-masing berkas perkara. Tiga berkas perkara tersebut melibatkan pihak swasta dan Pegawai negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya.

Barang bukti baru itu ditemukan dalam pengeledahan yang dilakukan Satuan Tugas Khusus Tindak Pidana Korupsi (Satgasus-Tipikor) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya di tiga instansi pemerintah setempat kompleks perkantoran Suka Makmue, Selasa (7/11).

“Berkas perkara pertama untuk Kepala Dinas Mt satu berkas, Kabid Transmigrasi Rs satu, rekanan fisik Ir satu, dan Konsultan pengawas AH satu berkas perkara. Apa bila ada bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus ini kita akan tetapkan tersangka baru,” kata Mukhsin.

Menurutnya, kasus berdasarkan laporan masyarakat tersebut dimulai dilakukan penyelidikan sejak Agustus 2017, kemudian ditingkatkan ke penyidikan September, dan penetapan sebagai tersangka sebanyyak empat orang Oktober 2017.

“Kita sudah tetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi di Dusus Ketubong Tunong, Nagan Raya masing-masing Kadisnakertrans Mt, Kabid Transmigrasi Rs, Rekanan pekerjaan Ir, dan Kosultan AH. Tersangka sejauh ini belum dilakukan penahanan karena selama ini masih kooperatif dan masih dalam pemberkasan,” kata Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Mukhsin,SH.

Tersangkan akan dijerat dengan undang-undang Tipikor, untuk Kadis dikenakan pasal 2 ayat (2)  Pasal 3 dan 12. Kabid Transmigrasi pasal 9. Kontraktor pasal 2. 3. 5. dan pasal 9 tentang dugaan pemalsuan dokumen. Serta pengawas pasal 2. 3 dan 9. tentang dugaan pemalsuan dokumen. (ibr)