PLN Resmikan Rumah Gemilang Aceh

PLN Resmikan Rumah Gemilang Aceh
BANDA ACEH – PT. PLN (Persero) meresmikan Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Aceh di Gampong, Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh, Besar, Jumat (10/11).
 Peresmian itu dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto. Disaksikan General Manager (GM) PLN Aceh, Jefri Rosiadi dan staf ahli Gubernur Aceh bidang  perekenomian keuangan dan pembangunan, T. Syakur.
Acara peresmian dihadiri seratusan masyarakat dan tamu undangan.
 Dalam kesempatan itu, Wiluyo menyampaikan bahwa tugas PLN selaku BUMN bukan hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan dan memberikan pelayanan. Namun, harus ikut serta dalam peningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat.
 Salah satunya adalah dengan mendirikan RGI, dengan hadirnya pusat pemberdayaan pemuda produktif tersebut, maka diharapkan dapat meningkatkan keterampilan generasi muda.
 Disebutkan, RGI dibangun di lahan seluas kurang lebih 6.800 meter persegi, berlokasi di Desa Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Bagunan megah dua lantai itu akan berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan pelatihan bagi pemuda dan pemudi Indonesia, sebagai bagian dari program Lazis PLN dan LAZ Al Azhar.
 Untuk sementara waktu, ada beberapa kelas keterampilan yang akan diberikan di RGI, seperti tata busana, teknik komputer dan jaringan, teknik otomotif dan kelistrikan.
 Dalam pelaksanaanya, RGI mengadopsi platform pesantren, tetapi fokus pada penyelengaraan pendidikan non formal dalam kemasan kursus singkat.
Perpaduan tersebut, bertujuan agar peserta pelatihan  tidak hanya menyerap pengetahuan dan keterampilan unggul yang menjaadi pondasi  depan mereka, tapi juga memiliki pengetahuan dan dasar akidah yang baik.
 RGI diharapkan juga menjadi solusi strategis terhadap tingginya angka penggguran di Aceh yang pada tahun 2017 mencapai 175 ribu orang. Tingginya angka penganguran dikhawatirkan aman menciptakan kondisi sosial yang negatif dan daya beli rendah.
 Dengan program RGI yang strategis dan tepat guna, diharapkan dapat menciptakan lebih banyak generasi muda Aceh yang bertranformasi menjadi generasi muda yang lebih bertaqwa, kreatif, produktif, terampil dan dapat menjadi tulang punggung keluarga.
 Sementara itu, program reguler pelatihan RGI menyasar usia produktif antara 17 – 30 tahun, berasal dari keluarga kurang mampu, dengan masa pendidikan dan pelatihan selama enam bulan. (slm)