Puluhan mahasiswa Malaysia di Aceh hadir dalam Kegiatan Program Malaysia Indonesia Convention MYICON 2017 yang berlangsung di Gedung Anjong Mon Mata Banda Aceh, Ahad (12/11). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA)– Puluhan mahasiswa Malaysia di Aceh hadir dalam Kegiatan Program Malaysia Indonesia Convention MYICON 2017 yang berlangsung di Gedung Anjong Mon Mata Banda Aceh, Ahad (12/11).

Kegiatan ini bertajuk tema “Wasatiyyah – Bersatu Dalam Kepelbagaian,” diisi oleh Dato’ Dr. Nasharudin Mat Isa Pengerusi Eksekutif & Ketua Pegawai Eksekutif Yayasan Gerakan Kesederhanaan Global GMMF, Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas MA Direktur Program Pascasarjana PPS UIN Ar-Raniry dan Gubernur Aceh Irwandi Jusuf.

Dalam kegiatan ini, Ybhg. Dato’ Dr. Nasharudin Mat Isa menyampaikan materi Dasar Wasatiyah Pencetus Pembangunan Insan Penghubung Keimanan dan Keamanan.

Pada kesempatan ini Mat Isa menjelaskan berpandangan, usaha mempromosi konsep kesederhanaan di rantau ASEAN perlu dilakukan secara meluas di peringkat akar umbi, karena di Aceh banyak potensi yang harus dikembangkan seperti kekayaan alam, budaya dan lingkungan kehidupan.

“Kita mesti turun padang bersemuka dengan orang ramai dan memberi penerangan tentang gerakan kesederhanaan dalam bahasa yang mereka fahami,” jelasnya.

Ia berpedapat kerjasama Indonesia dan Malaysia semakin cerah dan akan memberi manfaat kepada keduanya sejajar dengan konsep wasatiyyah atau kesederhanaan, dengan menyampingkan perbedaan masing-masing.

Sementara itu pematari selanjutnya disampaikan olehProf. Dr. H. Syahrizal Abbas MA Direktur Program Pascasarjana PPS UIN Ar-Raniry Syariat Wasattiyah di Aceh dan Relevasinya dengan Pembangunan Sumber Daya Manusia. Sedangkan Gubernur Aceh akan menjelaskan tentang Aceh secara luas. (ibi/mai)