Proyek Blok A Medco Capai 61 Persen

INT.

LHOKSEUMAWE (RA) – Medco E&P Malaka terus berupaya mengembangkan sumber daya alam berupa gas di Aceh Timur. Perkembangan terakhir proyek Blok A yang dioperatori Medco E&P Malaka, secara keseluruhan sudah mencapai 61,28 persen.

General Manager Medco E&P Malaka, Herman Husein menyebutkan perusahaan yang dipimpinnya memiliki komitmen besar untuk membangun Aceh. “Sejak perpanjangan kontrak dengan Pemerintah Aceh yang ditandatangani 1 September 2011, banyak program yang bermanfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh Timur sudah dilakukan Medco E&P Malaka,” sebutnya.

Ia menyebutkan, salah satu kontribusi perusahaan diantaranya membangun Rumah Sakit dr. Zubir Mahmud di Idi dengan biaya lebih dari Rp70 miliar.

“Rumah sakit besar ini dibangun jauh sebelum pembangunan proyek Blok A dimulai dengan biaya non-cost recovery (tak dapat ditarik kembali),” jelasnya.

Salah satu sumbangsih perusahaan yang besar untuk masyarakat adalah pembangunan Rumah Sakit dr. Zubir Mahmud di Idi dengan biaya lebih dari Rp 70 miliar. Selain itu turut pula berkontribusi lewat program sosial kemasyarakatan bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Pihaknya juga melakukan perekrutan 40 orang teknisi muda asal Aceh yang akan mengoperasikan lapangan Blok A saat berproduksi nantinya.

Tak hanya itu, Medco E&P Malaka juga sudah menampung 3.700 orang tenaga kerja dengan jumlah pekerja dari Aceh 59 persen dari luar Aceh sebanyak 41 persen. “Mayoritas dari anak-anak muda tersebut, lulusan Politeknik Lhokseumawe. Mereka baru saja menyelesaikan pendidikan di Cepu dan kini sudah kembali ke Aceh Timur,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, Medco E&P sedang dan akan terus melakukan program pemberdayaan padi organik, tanaman obat organik, bedah rumah, membangun jalan untuk pedesaan, program penyuluhan untuk ibu hamil, balita dan manula. “Serta masih banyak program lain yang sudah mulai dilakukan Medco E&P Malaka bersama masyarakat di Aceh Timur,” jelasnya.

Penjelasan Herman tersebut disampaikan saat menjadi pembicara Kuliah Umum Hulu Migas Goes to Kampus, yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Kamis, (16/11). Dalam kesempatan tersebut ia berharap para mahasiswa Aceh harus bisa menjadi humas yang handal untuk menyebarkan informasi positif tentang Provinsi Aceh.

“Hal ini bisa membangun citra yang tepat tentang Provinsi Aceh sehingga menarik minat para investor untuk berinvestasi,” katanya.(rel/mai)