Tentara Korut Memiliki Puluhan Cacing Parasit 27 Cm Di Perutnya

JELASKAN: Lee Cook-jong saat memberikan keterangan pers di Seoul, Korsel, Sabtu (18/11). (AFP PHOTO)

Harianrakyataceh.com – Kehidupan yang sulit di Korea Utara (Korut) tergambar jelas dari tentara pembelot Korut yang berhasil masuk Korea Selatan (Korsel). Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dokter-dokter Korsel bikin shock.

Dalam tubuh tentara itu ditemukan cacing parasit. Tubuhnya juga penuh luka kritis. Puluhan parasit berwarna merah darah yang sebagian besar berukuran 27 cm itu, ditemukan di saluran pencernaan pria tersebut selama operasi penyelamatan jiwa.

”Dalam karir saya selama 20 tahun sebagai ahli bedah, saya hanya melihat hal seperti ini di buku,” kata ahli bedah Lee Cook-jong.

Selain cacing parasit, mereka juga menemukan biji jagung di perutnya. Dua hal itu mengonfirmasi apa yang banyak ahli dan pembelot katakan tentang situasi makanan dan kebersihan bagi banyak orang Korut.

Prof Choi Min-ho dari Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Seoul mengatakan, meskipun mereka tidak memiliki angka solid yang menunjukkan kondisi kesehatan Korut, tetapi para ahli medis berasumsi bahwa masalah infeksi parasit dan masalah kesehatan yang serius telah terjadi di negara itu.
”Kondisi pria ini tidak mengejutkan sama sekali mengingat masalah kebersihan dan parasit di Utara,” ulasnya.

Prajurit Korut tersebut diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter pada Senin (13/11) setelah melarikan diri ke Korsel di bawah tembakan dari tentara Korut.

Dia dipercaya memiliki pangkat sersan staf angkatan darat berusia pertengahan 20-an yang ditempatkan di Area Keamanan Bersama di desa gencatan senjata Panmunjom.

Sementara isi perut pembelot tidak selalu mencerminkan populasi yang lebih luas, statusnya sebagai tentara dengan tugas elit menunjukkan bahwa setidaknya dia akan mendapat gizi sama rata-rata orang Korea Utara.

Rumah sakit yang merawatnya mengatakan bahwa dia telah tertembak di pantat, ketiak, punggung, bahu, dan lutut. Itu belum termasuk luka lain. Penyakit cacingan juga umum terjadi di Korsel. Tetapi, pada 40 dan 50 tahun yang lalu. Penyakit itu, kata Lee, lenyap seiring perbaikan perekonomian. (*)

(tia/The guardian/BBC/JPC)