580 Wartawan Daerah Ikut Pelatihan Bank Indonesia di Jakarta

PELATIHAN-Sebanyak 580 wartawan dari berbagai media di 34 provinsi di Indonesia, mengikuti pelatihan yang diadakan Bank Indonesia, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (20/11). Armiadi /Rakyat Aceh
JAKARTA (RA) – Sebanyak 580 wartawan dari berbagai media di 34 provinsi di Indonesia, mengikuti pelatihan yang diadakan Bank Indonesia,  di Hotel  Grand Sahid Jaya, Jakarta. Dari jumlah  itu,  24 orang wartawan dari Aceh, yakni 14 wartwan utusan BI Banda Aceh dan 10 wartawan utusan KPw Bank Indonesia Lhokseumawe.
Kegiatan itu berlangsung sejak Senin dan Selasa, (20-21/11) yang dibuka oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dyah Nastiti. Dengan tema ” Pengendalian Inflasi Daerah  untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.”
Ini merupakan kali kedua,  Bank Indonesia mengadakan pelatihan wartawan daerah secara bersama-sama di Jakarta, setelah sebelumnya dilakukan oleh masing-masing Kantor Perwakilan Bank Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasikan atas kehadiran 580 wartawan daerah dari 34 provinsi di Indonesia untuk mengikuti pelatihan wartawan tahun 2017,”ucap
Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dyah Nastiti, dalam sambutannya saat membuka Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia, Senin (20/11).
Kata dia, jumlah wartawan yang hadir itu sangat luar biasa dan kalau tahun lalu kegiatan seperti ini dilaksanakan dua kali.  Namun untuk tahun 2017 diadakan sekaligus untuk mempertemukan semua wartawan yang bekerja diberbagai media, baik media cetak, radio, televisi maupun media online.
Sebut Asisten Gubernur BI ini, pelatihan wartawan daerah itu  penting dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang tugas dan fungsi Bank Sentral. Kemudian tentang Gerakan Nasional Mon Tunai (GNNT)  serta pengendalian inflasi daerah.
Sementara Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, pada kesempatan itu mengatakan, untuk menjalankan fungsi sebagai otoritas moneter,sistem pembayaran serta menjaga stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia memandang komunikasi hal yang penting.
“Komunikasi yang lancar, efektif dan efisien akan membuat transmisi kebijakan Bank Indonesia dapat diterima industri, pelaku usaha dan masyarakat secara cepat dan tetap sasaran, termasuk dalam mengendalikan ekspektasi inflasi, “jelasnya.
Menurut dia,  komunikasi yang lancar, efektif dan efisien membutuhkan peran serta dari media massa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita dan informasi yang objektif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Sebagai salah satu pilar demokrasi, media massa juga memiliki peran untuk mengawal kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas,”ungkapnya.
Lanjut dia,  Bank Indonesia memandang penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan media massa secara rutin. Terutama terhadap fungsi Bank Sentral dalam kebijakan moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan.
Dalam acara pelatihan wartawan daerah itu, hadir sejumlah narasumber, seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Deputi Kementerian Perekonomian RI Iskandar Simorangkir, Pengamat Ekonomi, Deputi Gubernur Senior BI,  Mirza Adityaswara dan beberapa narasumber lainnya. (arm/eno/slm).