Warga Beutong Minta Tambang Emas Dibuka

DATANGI DEWAN: Puluhan masyarakat dari Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, mendatangi gedung Dewan setempat, meminta pemerintah membukan kembali tambang emas yang sudah ditutup, Nagan Raya, Senin (20/11). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA) – Puluhan masyarakat dari Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, dan Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya mendatangi Gedung DPRK setempat, di komplek perkantoran Suka Makmue, Nagan Raya, Senin (20/11).
Kehadiran mereka adalah untuk meminta anggota dewan untuk mendesak Pemerintah Aceh membuka kembali lokasi tambang emas di Beutong, Nagan Raya yang selama ini sudah di tutup.

Masyarakat yang sudah kehilangan lapangan kerja itu, ketika tiba di gedung DPRK di sambut oleh Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya T.Bustamam, Ketua Komisi C DPRK Nagan Raya Khalidi, dan anggota dewan lainnya, seperti H.Ibrahim Idham, Cut Man, Raja Sayang, Sulaiman Daod, H.Syamsul Bahri Syam, Evan Adris, dan Saiful Bahri.

Puluhan masyarakat diterima di ruang Badan Anggaran (Banggar) untuk melakukan audiensi, pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua II DPRK Nagan RayaT.Bustamam. Sedangkan dari tokoh masyarakat hadir Ketua KMPA Nagan Raya Rahmat Beutong, Agus Salim, dan Haji Supri.

Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA) Nagan Raya, Rahmad Beutong, mengatakan, kedatangan masyarakat ke Gedung Dewan adalah untuk mencari solusi tentang lokasi pencarian emas di Beutong yang selama ini sudah ditutup. Mereka berharap bisa di buka kembali sesai dengan ketentuan yang berkaku.

Kepada DPRK Nagan Raya, masyarakat meminta untuk mendesak Pemerintah Aceh agar mengeluarkan izin tambang emas untuk masyarakat, karena selama ditutup tambang tersebut banyak warga kehilangan kerja.

“Kami meminta legislatif dan eksekutif di Nagan Raya berkoordinasi dengan pemerintah Aceh, untuk membuka kembali tambang emas itu. Dan masyarakat siap menjaga kelestarian alam dengan baik,” kata Ketua KMPA Nagan Raya, Rahmad Beutong.
Lanjut Rahmat, masyarakat siap untuk memenuhi segala ketentuan, yang penting lokasi tembang emas bisa di buka kembali secara legal oleh pemerintah Aceh, karena kewenangan pertambangan ada di Pemerintah Aceh.

“Tambang emas di Nagan Raya ini buka saja yang mengunakan alat berat (beko), tapi masyarakat juga banyak mencari emas secara tradisional dan sekarang mereka sudah kehilangan lapangan kerja selama di tutup tambang emas itu,” kata Rahmat Beutong.

Sementara, Haji Supri, mengatakan, bila tambang tersebut di tutup dan tidak dibuka kembali sangat banyak masyarakat yang menjadi pengangguran, dan tidak tertutup kemungkinan akan timbul kejahatan kriminal, karena sudahkehilangan lapangan kerja.

“Bila ada kesalahan kami dalam bekarja selama ini tolong dilakukan pembinaan
bagai mana cara mengelola tambang agar tidak merusak lingkingan,” kata Haji Supri.
Ketua Komisi C DPRK Nagan Raya Khalidi, mengatakan, dewan mendukung langkah masyarakat agar lokasi tambang emas tersebut dapat di buka kembali sebagai lapangan kerja bagi warga di daerah itu.

Ia menyampaikan bahwa dewan akan memperjuangankan ke inginan masyarakat ke pemerintah Aceh di Banda Aceh bagai mana tambang emas itu bisa legal, sebelum ke Gubernur Aceh, Dewan malakukan koordinasi dengan pemerintah Nagan Raya.

“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah Nagan Raya yang kemudian baru dengan Gubernur Aceh guna mencari solusi tentang persoalan tembang yang selama ini sudah di tutup dan untuk dapat dibuka kembali secara legal,” demikian ujar Khalidi.

Sebelumnya pada Kamis, 9 November 2017 lalu pemerintah menurunkan tim gabungan untuk menghentikan aktivitas penambang emas ilegal disepanjang Krueng Cut, kawasan Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Tim gabungan yang terdiri dari, Personel Polres Nagan Raya, Personel Kodim 0116 Nagan Raya, PM, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya yang dipimpin Kabag Ops Polres Nagan Raya, Kompol Burhanuddin.
Dalam perjalanan tersebut, petugas menghitung jumlah alat berat jenis bako (eskavator) yang terparkir di depan rumah warga serta di sepanjang jalan Krueng Cut sebanyak 41 unit yang sudah mulai diturunkan dari lokasi yang berada di tengah-tengah hutan.
Penghentian tersebut dilakukan karena selain tidak ada izin, lokasi pengambilan emas dinilai sudah sangat merusak alam, bukan saja di hutan belantara, tetapi di sekitar rumah warga pun sudah mulai dilakukan pengalian. Bekas galian dibiarkan begitu saja dengan kondisi berbukit-bukit dan berlubang.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi,SH,.MH mengatakan, tim gabungan melakukan penertiban tambang emas illegal di kawasan Krueng Cut, Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong.

Kepada penambang emas ilegal, dimitan dalam waktu seminggu harus bisa menurunkan semua alat berat jenis beko yang ada dilakasi pertambangan. Bila nantinya ada yang masih membuat aktivitas akan ditindak tegas.(ibr/slm)