Tambang Emas Ilegal Ditutup

DATANGI DEWAN: Puluhan masyarakat dari Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, mendatangi gedung Dewan setempat, meminta pemerintah membukan kembali tambang emas yang sudah ditutup, Nagan Raya, Senin (20/11). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

5.000 Masyarakat Nagan Menganggur

SUKA MAKMUE (RA) – Sekitar 5.000 masyarakat Nagan Raya ditaksir bakal menjadi pengangguran sejak ditutupnya lokasi tambang emas di sepanjang Krueng Cut, Kecamatan Beutong, Nagan Raya belum lama ini.

Jumlah tersebut dilansir Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA) Kabupaten Nagan Raya, tanpa survei. Melainkan berdasar jumlah pekerja tambang dari Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, Kecamatan Seunagan, dan sejumlah kecamatan lainnya yang kehilangan mata pencarian.

“Kita meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal Dapil 10 untuk membantu mencarikan solusi agar masyarakat bisa bekerja kembali sebagai penambang emas tradisional demi menyambung hidup mereka bersama anak dan istri,” kata Ketua KMPA Nagan Raya, Rahmad Beutong, Selasa (21/11).

Menurutnya, kewenagan tambang sekarang merupakan kewenangan pihak provinsi. Sebab itu, DPRA asal Dapil 10 diminta untuk memperjuangkan nasib masyarakat Nagan Raya ke Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf agar warga bisa bekerja kembali di tambang.

“DPRA bersama Pemerintah Aceh harus memikirkan nasib ribuan masyarakat Nagan Raya yang sudah kehilangan lapangan kerja setelah ditutup tambang emas tersebut, karena mereka membutuhkan makan anak dan istri di rumah, oleh karena itu, kita meminta pemerintah Aceh untuk membuka kembali lokasi tambang tersebut,” kata Rahmad.

Ketua Komisi C DPRK Nagan Raya Khalidi, mengatakan, Dewan mendukung langkah masyarakat agar lokasi tambang emas tersebut dapat dibuka kembali sebagai lapangan kerja bagi warga.

Ia juga berjanji akan memperjuangankan keinginan masyarakat ke pemerintah Aceh di Banda Aceh agar tambang bisa legal, sebelum ke Gubernur Aceh, Dewan malakukan koordinasi dengan pemerintah Nagan Raya.

“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah Nagan Raya yang kemudian baru dengan Gubernur Aceh, guna mencari solusi tentang persoalan tambang yang selama ini sudah ditutup dan agar dapat dibuka kembali secara legal,” Kata Khalidi. (ibr/mai)