Aceh World Solidarity Cup Bakal Masuk Kalender FIFA

STADION Harapan Bangsa yang berlokasi di Lhong Raya, Banda Aceh, sudah siap untuk menggelar turnamen internasional Aceh World Solidarity Cup 2017. Turnamen akan berlangsung 2-6 Desember 2017. FOTO: ARIFUL USMAN/RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Turnamen antar negara berskala internasional untuk pertama kali, akan digelar di Aceh. Aceh World Solidarity Cup 2017 ini akan dipantau langsung oleh Asian Football Confederation (AFC). Pergelarannya berlangsung 2-6 November 2017.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI), Heru Nugroho kepada Rakyat Aceh di Banda Aceh. “Turnamen ini akan dipantau langsung oleh AFC, dan ini merupakan prestasi buat Indonesia dan Aceh khususnya, karena turnamen antar negara baru sekali dilaksanakan di Indonesia, dan ini di Aceh,” kata Heru Nugroho, Rabu (22/11).

AFC secara resmi telah melayangkan surat rekomendasi persetujuan digelarnya pertandingan Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017. Turnamen ini akan berlangsung pada 2 hingga 6 Desember 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Sekjen AFC Dato Windsor Jonh, dalam suratnya menuliskan, pihaknya mengaku senang dan setuju dengan pertandingan yang akan mempertemukan empat negara tersebut. Kendati demikian ia meminta agar pertandingan dapat berlangsung sesuai tata cara pertandingan Internasional.

Pihaknya, dalam surat tersebut berharap, pertandingan sesuai dengan pasal 13 peraturan tata cara pertandingan Internasional AFC dan pasal 12 peraturan pertandingan FIFA. Kami juga berharap agar pertandingan berjalan baik dan berhasil hingga selesai.

Heru Nugroho menyebut, sesuai dengan pesan Gubernur Aceh, Irwani Yusuf, turnamen ini harus dilaksanakan setiap tahun. “Pesan gubernur, turnamen ini harus dilaksanakan setiap tahun. Dan apabila sukses, turnamen ini kedepannya akan masuk dalam kalender FIFA,” kata dia.

Heru meyakini, dengan banyak dukungan dari berbagai pihak, apa yang menjadi cita-cita Gubernur Aceh, membangkitkan kembali gairah sepak bola, akan segera terwujud. “Dengan pemerintahan yang baru dan pemimpin yang baru, ini menjadi berkah buat Aceh. Semoga dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Turnamen ini, saat ini juga sudah mendapatkan restu dari semua pihak baik PSSI, AFC dan BOPI. Selain di Aceh, turnamen serupa juga telah ada di Jepang, Suzuki Cup, Thailand ada King Cup, Malaysia memiliki Tiger Cup. Maka Indonesia diharapkan melalui Aceh harus memiliki turnamen sendiri yang akan digelar setiap tahunnya.

Ketua panitia pelaksana, M. Sa’adan Abidin mengajak untuk sama-sama menyukseskan kegiatan agar menjadi agenda resmi, dan akan banyak orang yang berkunjung ke Aceh. Dan memberi kabar kepada dunia, bahwa Aceh aman untuk dikunjungi. “Soal rekomendasi semua sudah beres, BOPI sudah, AFC, PSSI juga sudah. Semoga izin keramaian juga tidak jadi masalah,” kata Sa’adan Abidin.

Aceh World Solidarity Cup memperebutkan hadiah juara pertama sebanyak 50.000 USD, juara dua 25.000 USD, Fair Play 5000 USD, top skor 2500 USD dan best player 2500 USD. Pertandingan akan disiarkan secara langsung melaui MNCTV.

Dipastikan, Indonesia, Brunei Darussalam, Mongolia, dan Kirgistan akan menjadi peserta dalam turnamen internasional ini. Keempat negara tersebut mulai berdatangan ke Aceh akhir November 2017. Selain itu, seluruh petinggi PSSI dan beberapa pemiliki klub sepak bola ternama di Indoesia juga akan hadir. (rif)