Diduga Krueng Trang Tercemar Limbah

DATANGI DEWAN: Puluhan masyarakat dari Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, mendatangi gedung Dewan setempat, meminta pemerintah membukan kembali tambang emas yang sudah ditutup, Nagan Raya, Senin (20/11). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

Warga Minta PT BSP Tutup Sementara

SUKA MAKMUE (RA)- Diduga limbah pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Beurata Subur Persada (PT BSP) di kawasan Gampong Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya telah mencemari lingkungan di sepanjang sungai Krueng Trang.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Nagan Raya, Wahidin mengatakan akibat pencemaran lingkungan tersebut membuat air berubah warna menjadi coklat kehitaman.

Menurutnya, ada sembilan gampong yang terkena imbas tercemarnya sungai diantaranya Gampong Ujong Patihan, Babah Dua, Cot Kumbang dan Ujong Padang. Berikut Gampong Blang Bintang, Jogja, dan Gampong Lawa Batu, Kecamatan Kuala. Sementara di Kecamatan Kuala Pesisir, Gampong Padang Panyang dan Gampong Kuala Trang.

Sejak tercemar, warga tidak memanfaatkan lagi air sungai untuk sejumlah kebutuhan sehari-hari.

“Akibat berubahnya warna air membuat habitat yang ada di sungai yang sebelumnya banyak, sekarang sudah tidak ada lagi. Masyarakat pencari ikan di sungai tersebut sekarang sudah tidak ada lagi,” kata Ketua YARA Nagan Raya, Wahidin, didampingi Jailani, warga Lawa Batu, Rabu (22/11).

Kata Wahidin, masyarakat sangat merasa resah dengan terjadinya pencemaran air tersebut. Ia meminta pemerintah setempat untuk turun tangan menangani persoalan lingkungan itu.

“Masyarakat meminta pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Beurata Subur Persada ini ditutup dulu, sebelum masah limbah yang diduga mencemari lingkungan warga diselesaikan,” kata Ketua YARA Nagan Raya, Wahidin.

Terkait persoalan tersebut, PT Beurata Subur Persada membuat surat pernyataan, berdasarkan laporan warga adanya perubahan warna air sungai Krueng Trang yang diduga percemaran lingkungan.

“Kami akan mengambil sampel air untuk menganalisa ke laboratorium, dan hasilnya akan disampaikan ke aparatur gampong. Saat ini pengontrolan juga dilakukan di hulu sungai dengan memperbaiki fasilitas pengolahan air limbah, untuk menjamin kualitas air sungai Krueng Trang,” tulis Menager PT Beurata Subur Persada, Tarmizi dan Humas Tantawi dalam suratnya. (ibr/mai)