Jaksa Periksa Mantan Bupati Nagan

SUKA MAKMUE (RA)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya melakukan pemeriksaan mantan Bupati Nagan Raya, T.Zulkarnaini atau Ampon Bang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi Nagan Raya, Kamis (23/11).

Ampon Bang dipanggil Kejari Nagan Raya setelah 46 hari habis masa jabatan sebagai Bupati Nagan Raya, terhitung 8 Oktober 2017. T. Zulkarnaini ini sudah memimpin Nagan Raya selama 15 tahun sejak tahun 2002 silam, setelah pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat.

Pantauan Rakyat Aceh, Ketua DPD II Partai Golkar Nagan Raya, T Zulkarnaini menghadiri pemangilan Kejari sesuai undangan sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengunakan baju kemeja putih dan celana hitam memasuki gudung Kejari Nagan Raya seorang diri. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia keluar untuk salat dan makan siang, lalu kembali mengikuti pemeriksaan hingga pukul 15.40 WIB.

“Ini begini ya, karena saya sebagai warga negara harus taat hukum, memberikan penjelasan selurus-lurusnya terkait permasalahan (dugaan korupsi pembangunan pemukiman rumah transimgrasi) ini,” katanya usai pemeriksaan. Untuk diketahui proyek tersebut bersumber APBN tahun anggaran 2015 sebesar Rp3,8 miliar, penyidik menemukan kerugian negara diperkirakan berkisar Rp500 juta.

“Lebih lanjut tanya sama penyidik aja ya,” tegasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya Sri Kuncoro, mengatakan, mantan Bupati Nagan Raya diperiksa penyidik sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan pemukiman rumah transimgrasi di Dusun Ketubong Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.

Dalam kasus tersebut, penyidik Kejari Nagan Raya sudah menetapkan empat tersangka masing-masing, Kadisnakertrans Mt, Kabid Transmigrasi Rs, Rekanan pekerjaan Ir, dan Kosultan AH.

Penyidik mengajukan 72 pertanyaan pada T.Zulkarnaini, masing-masing 24 pertanyaan dalam satu berkas untuk tiga berkas perkara. “Dalam pemeriksaan itu penyidik menanyakan sebanyak 72 pertanyaan dalam tiga berkas untuk empat tersangka,” kata Sri Kuncoro.

Sebelumnya, Kejari Nagan Raya melakukan pengeladahan ruangan Unit Layanan Pengadaan (UPL) Setdakab Nagan Raya, Ruang Kepala Dinas Sosial, dan ruang Kabid Transmigrasi. (ibr/mai)