Syarat Balon Ketum PSSI Aceh Memberatkan?

*Kongres Butuh Biaya Besar

Harianrakyataceh.com – Asosiasi PSSI Aceh akan segera melakukan penyelenggaran Kongres Biasa PSSI Aceh 2017 pada 17 Desember mendatang. Komisi Pemilihan telah menyampaikan syarat bakal calon (balon) ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif PSSI Aceh periode 2017-2021.

Dalam persyaratan balon yang disampaikan Baharuddin, selaku ketua Komisi Pemilihan. Persyaratan untuk menjadi komite eksekutif periode 2017 – 2021, anggota komite eksekutif harus sudah berusia lebih dari 25 tahun

“Mereka harus telah aktif di sepakbola sekurang – kurangnya (3) tahun di klub anggota resmi PSSI atau di kepengurusan Askot/Askab/Asprov yang dibuktikan dengan surat keputusan (SK) dari Askot/Askab/Asprov, serta berdomisili di wilayah Aceh,” tulisnya dalam daftar syarat bakal calon yang diterima Rakyat Aceh.

Presiden Aceh United FC, HM Zaini Yusuf yang telah mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh periode 2017-2022, menilai syarat tersebut sangat memberatkan. Hal itu dikatakan saat Rakyat Aceh meminta konfirmasi.

“Kami sebagai calon ketua Asprov, calon wakil ketua Asprov dan wakil Komite Eksekutif Asprov PSSI Aceh, keberatan dengan syarat-syarat yang diajukan. Terutama uang jaminan yang begitu memberatkan calon,” kata Zaini.

Dalam syarat tersebut, bakal calon Ketua Umum diharuskan menyetor Uang jaminan Pencalonan sebesar Rp150.000.000 ke Rekening panitia pelaksana Kongres PSSI Aceh 2017. Jika bakal calon tersebut terpilih didalam kongres maka uang jaminan tersebut dinyatakan hangus karena dipergunakan untuk membiayai kongres, sebaliknya jika tidak terpilih, maka uang jaminan tersebut akan dikembalikan setelah dipotong administrasi sebesar 10%.

Sementara, bagi bakal calon Wakil Ketua Umum diharuskan menyetor Uang jaminan Pencalonan sebesar Rp50.000.000. Serta, bagi bakal calon Anggota Komite Eksekutif diharuskan menyetor Uang jaminan Pencalonan sebesar Rp10.000.000.

Sama halnya berlaku kepada balon ketum dan waketum, jika bakal calon tersebut terpilih di dalam kongres maka uang jaminan tersebut dinyatakan hangus karena dipergunakan untuk membiayai kongres, sebaliknya jika tidak terpilih, maka uang jaminan tersebut akan dikembalikan setelah dipotong administrasi sebesar 10%.

Sementara itu, Sekretaris Umum Asprov PSSI Aceh, Khaidir TM yang dihubungi Rakyat Aceh kemarin, mengatakan hingga saat ini belum ada pendaftar. Pendaftaran calon dibuka 22-25 November 2017. “Ada tiga orang yang sudah menghubungi, namun masih by phone. Mereka belum melengkapi syarat dan berkas,” ujarnya.

Terkait syarat yang dinilai memberatkan, Khaidir menyebut, Kongres yang akan digelar, membutuhkan biaya besar, untuk hotel dan transportasi. “Jadi uang jaminan yang disetorkan ke panitia akan digunakan untuk biaya kegiatan secara keseluruhan,” jelas Khaidir yang juga merupakan ketua panitia. (rif)