Aceh Timur Aman Untuk Kejurnas Motoprix 2017

Pengurus IMI Aceh Timur dan pengprov IMI Aceh foto bersama usai mengelar konfrensi pers persiapan grand Final Kejurnas Motoprix 2017 di Idi, pada beberapa waktu lalu. Maulana Rakyat Aceh.
Aceh Timur RA- Ditunjukan sebagai tuan rumah kejurnas Motoprix 2017, kabupaten Aceh Timur mengaku siap menyukseskan even bergensi itu yang bakal dijadwalkan pada 2-3 Desember  2017 mendatang.
“Segala persiapan telah dipersiapkan sangat matang dan kita  berkomitmen menyukseskan even ini. Mudah-mudahan hajatan besar ini terlaksana dengan maksimal sehingga Kabupaten Aceh Timur benar – benar terlihat mampu mengadakan even tingkat nasional ini,” kata Koordinator Wilayah IMI Aceh Timur Sulaiman kepada Rakyat Aceh, Sabtu, 25/11.
Sulaiman atau yang akrab disapa  Tole mengatakan, grand final motoprix ini akan diikuti 6 perwakilan region setiap region yang akan mengikuti grand final motoprix ini, yaitu region I Sumatera, region 2 (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara), region 4 (Kalimantan), region 5 (Sulawesi),   Papua dan Papua barat.
“Harapannya kepada seluruh regional dapat bermain dengan sportif sehingga selain ajang mencari juara even ini juga diharap tumbuh silaturrahmi yang baik antar sesama,” pungkas Tole.
Sementara itu Kabid olahraga sepeda motor Peng Prov IMI Aceh  , Buyung Guna Darma menilai ditujukannya Aceh Timur sebagai tuan rumah grand final  kejurnas  Motoprix sudah sangat tepat. Pasalnya dari mulai kesiapan  sirkuit yang telah di cross check oleh petugas sudah sangat memadai.
“Kita terus memonitor kesiapan panitia dan sirkuit. Dari beberapa hasil kita lihat even ini sudah layak digelar, walaupun ini bukan sirkuit permanen. Namun segala perbaikan  yang diperintahkan petugas yang mengecek sirkuit sudah dilakukan oleh IMI Aceh Timur,” kata Buyung.
Pun demikian, Buyung mengakui Kabupaten Aceh Timur sangat strategis jika dibangun sirkuit permanen kedepannya. “Segi letak kabupaten kota juga tidak jauh dengan perbatasan Banda Aceh dan Medan. Lokasi sirkuit jika dibangun juga tidak terlalu dalam dari trans jalan raya. Saya rasa ini sangat cocok,” kata Buyung.
Jangan Ragu soal Keamanan
Sementara itu ketua harian Korwil Imi Aceh Timur  Raimon mengaku salahsatu bentuk keraguan tim dari luar daerah untuk even kejurnas ini yaitu faktor keamanan.
“Salah satu keraguan dilaksanakan grand final kejurnas Motoprix 2017 yaitu segi keamanan. Mereka menilai kabupaten Aceh Timur salah satu bekas konflik dulu. Tapi permasalahan itu telah kita  beri pemahaman kembali baik secara diskusi dan personal by phone sebelum ini. Kita yakinkan kepada pembalap  bahwa Aceh Timur sudah aman,” kata Raimon seraya meminta kepada peserta untuk tidak ragu lagi dengan keamanan di Aceh.
Disinggung segi persiapan keamanan pembalap, Raimon mengaku bersama panitia telah berusaha keras melakukan segala kebutuhan arena. Untuk fokusnya kata Raimon, berada pada keamanan sirkuit dengan menempatkan 4000 ban.
” Begitu pula dengan medis kita telah persiapkan untuk para peserta,” pungkas Raimon seraya mengaku panjang sirkuit non permanen mencapai 1200 meter dengan memiliki top speed terbaik se Sumatera. (Mag-75)