Ini Alasan Mengapa Berswafoto di Depan Kakbah Dilarang

Ilustrasi Jamaah Haji (Dok.Jawapos)

Harianrakyataceh.com – Larangan berswafoto alias selfie di depan areal Masjidil Haram dan Nabawi mendapat banyak dukungan. Sejumlah ulama terkemuka Arab Saudi menilai kebijakan terebut sangat tepat.

Mereka menilai aktivitas mengambil foto di kedua tempat tersebut justru menghilangkan ibadah haji/umrah. Dilansir Independent, ulama asal Jeddah, Sheikh Assim al-Hakeem menilai kegiatan para jamaah berswafoto bertentangan dengan semangat haji.

“Ini menyangkut makna sebenarnya dari haji dan esensi di baliknya. Ketika seorang jamaah pergi berhaji, dia berkata, ‘Ya Allah, saya meminta pada-Mu dijauhkan dari sifat riya (pamer) dalam beribadah’,” kata dia.

Senada, salah seorang Guru di Riyadh, Zahra Mohammad menilai selfie di depan Kakbah dan sejenisnya merupakan bentuk penyombongan.

“Saya telah melihat peziarah di Masjid al-Haram berpose dengan kakbah sebagai latar belakangnya. Foto ini kemudian di-posting di Facebook dan menghancurkan ibadah mereka dengan ‘pura-pura rendah hati’,” ujar dia kepada¬†Arab News.

Zahra menegaskan bahwa sejatinya aturan ponsel atau kamera sudah ada sejak lama, dilarang dibawa ke dalam areal komplek Masjidil Haram maupun Nabawi.

Namun, peraturan tersebut hanya dianggap sebelah mata. Faktanya, kata dia, masih banyak jamaah yang mencuri-curi kesempatan untuk mengambil gambar. Zahra lantas mengistilahkannya dengan ungkapan ‘demam selfie’.

“Walaupun larangan sudah secara tegas dikeluarkan, beberapa orang mengatakan akan sulit menghentikan ‘demam selfie’,” pungkas dia.

Memang, semenjak kehadiran kamera-kamera yang semakin canggih, banyak Jamaah Haji memotret diri mereka sebagai kenang-kenangan dalam perjalanan mereka. Mayoritas berfoto dengan Kakbah sebagai latar belakangnya.

Sementara di Indonesia, pasca adanya larangan resmi swafoto alias selfie di Masjidil Haram dan Nabawi, Kementerian Agama langsung menyosialisasikan ke sejumlah pihak-pihak terkait.

Di antaranya perusahaan penyelenggara ibadah umroh (PPIU), asosiasi umrah, serta kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) di seluruh Indonesia.

(iml/JPC)