Lebanon Minta AS Diberi Sanksi Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel

Liga Arab (Reuters)

Harianrakyataceh.com – Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil mengatakan, negara-negara Liga Arab harus menekan AS untuk membatalkan keputusannya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Ia mengutuk tindakan tersebut karena dianggap sebagai tindakan yang berbahaya dan tidak dapat diterima. “Langkah-langkah pre-emptive harus diambil terhadap keputusan AS. Dimulai dengan tindakan diplomatik, kemudian sanksi politik, ekonomi, finansial,” katanya di sebuah pertemuan darurat Menteri Luar Negeri Liga Arab di Kairo, Sabtu, (9/12).

Seperti dilansir RT, pertemuan darurat tersebut digelar menyusul permintaan Palestina dan Yordania untuk menekankan persatuan Arab menentang pengakuan Trump atas Yerusalem. Juga rencana pemindahan Kedutaan Besar AS ke Kota Suci Yerusalem. Mereka membahas cara menghadapi kebijakan AS.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki meminta masyarakat internasional untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. “Keputusan AS tersebut sama saja mendukung legalisasi pendudukan,” kata Aboul Gheit.

Al-Maliki mendesak Liga Arab untuk menyerahkan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB untuk mengecam keputusan AS tersebut. “Pernyataan Trump bertentangan hukum internasional dan menimbulkan pertanyaan mengenai upaya Amerika untuk mendukung perdamaian di wilayah tersebut,” kata Aboul Gheit.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir meminta pemerintah AS untuk membatalkan keputusannya atas Yerusalem. Ia menyatakan, prakarsa Arab yang dipresentasikan oleh Kerajaan Arab Saudi dan disetujui oleh KTT Beirut pada tahun 2002 adalah peta jalan untuk menyelesaikan semua krisis.

Saudi juga meminta masyarakat internasional untuk mengintensifkan upaya untuk mencapai solusi yang adil dan menyeluruh terhadap konflik tersebut.

Inisiatif Perdamaian Arab yang disahkan oleh Liga Arab menekankan normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel. Dengan syarat Israel menarik diri dari wilayah-wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur, juga menerapkan solusi yang adil untuk masalah Pengungsi Palestina.

Inisiatif tersebut juga menyerukan penerimaan pendirian negara Palestina di sepanjang perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

(iml/JPC)