Negara muslim OKI resmi nyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina

negara OKI di Istanbul Turki. ©VOA

Harianrakyataceh.com –  ISTANBUL – OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) secara resmi menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Dari Istanbul, Turki, tadi malam WIB, dideklarasikan dukungan untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Dukungan itu tercantum dalam komunike akhir berisi 23 poin sebagai hasil KTT-LB (Konferensi Tingkat Tinggi-Luar Biasa).

Poin penting lainnya, OKI meminta semua negara di dunia untuk tidak mendukung keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dan, tidak ikut memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Sementara itu, Sekjen OKI diberi mandat untuk menggalang dukungan atas cita-cita Palestina.

OKI juga menyatakan bahwa klaim Trump atas Jerusalem batal demi hukum dan tidak memiliki legitimasi lagi.

Untuk itu, OKI meminta Trump mencabut keputusannya mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Komunike juga memutuskan untuk mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melaksanakan tanggung jawabnya dengan menegaskan kembali status legal Al Quds Al Sharif.

Juga mendesak DK PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel atas negara Palestina dan memastikan perlindungan internasional atas rakyat Palestina.

Komunike itu sejalan dengan seruan Indonesia. Sebelumnya, dalam sesi leaders meeting, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengucilkan Israel.

Bukan hanya itu. Yang punya hubungan diplomatik dengan negeri zionis tersebut juga diminta mengingatkan rencana mereka menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota.

“Termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai resolusi OKI,” ujar Jokowi.

Berdasar data pemerintah Israel, delapan di antara 57 negara anggota OKI saat ini masih memiliki kantor kedutaan Israel di negaranya.
Yakni, Turki, Jordania, Mesir, Nigeria, Senegal, Kamerun, Azerbaijan, dan Kazakhstan.

Turki sempat mengeluarkan ancaman putus hubungan dengan Israel sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendeklarasikan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Seruan peninjauan hubungan diplomatik itu merupakan satu di antara enam poin yang disampaikan Indonesia dalam forum leaders meeting OKI.

Poin lainnya, OKI harus tegas menolak pengakuan AS atas Yerusalem.

Two-state solution adalah satu-satunya solusi, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina,” lanjut Jokowi.

Dia juga mengajak semua negara di dunia yang memiliki kedutaan di Tel Aviv untuk tidak mengikuti rencana AS memin­dahkan kedutaan ke Yerusalem.

Kekompakan itu akan menunjukkan bahwa dunia hanya mengakui Tel Aviv sebagai ibu kota Israel.

Saat ini ada 78 negara di mana Israel menempatkan kedutaannya.

Jokowi menuturkan, pengakuan sepihak Trump tidak bisa diterima dan harus dikecam dengan keras.

“Isu Palestina harus merekatkan kita kembali. Kita bulatkan suara dan persatuan untuk membela Palestina,” tegas Jokowi.

Karena itu, dia meminta KTT kali ini menghasilkan solusi yang konkret atas isu Palestina sehingga benar-benar bisa berdampak langsung.

Namun, hingga berita ini selesai ditulis tadi malam, belum ada kesepakatan apa pun yang dihasilkan KTT-LB tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi juga terus melakukan upaya diplomasi untuk Palestina.

Kemarin dia menghadiri Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI di Istanbul.

Pada kesempatan itu, Retno kembali menegaskan posisi Indonesia dan mengajak negara-negara anggota OKI untuk berdiri bersama mendukung Palestina.

“Keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah keterlaluan dan melewati batas. Indonesia akan terus menggalang dukungan internasional untuk pengakuan dan kemerdekaan Palestina,” kata Retno melalui keterangan resmi. (byu/and/jun/sha/c5/ttg)