YARA Harap Kekosongan Kursi Jabatan Tidak Dijadikan Senjata Ampuh Menjelang Pilkada

Rakyat Aceh

SUBULUSSALAM (RA)Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam angkat bicara terkait masih adanya kursi jabatan yang menganggur. Edi Sahputra Bako selaku Ketua YARA menilai kebijakan Walikota melakukan mutasi terhadap beberapa pejabat eselon III dan IV merupakan hal yang wajar ditubuh abdi Negara.

“ Namun, kita kecewa mutasi tadi siang tidak menuntaskan semua kekosongan kursi jabatan dibeberapa SKPK, ini membuktikan saudara Walikota masih bermain-main dan terkesan sengaja mengosongkan kursi jabatan itu “ kata Edi melalui siaran persnya yang diterima rakyataceh, Jumat (15/12).

Seharusnya kata Edi, kursi jabatan yang kosong itu harus dituntaskan segera, karena kekosongan tersebut sangat jelas mengganggu dan memperlambat proses kinerja pelayanan publik. Terlebih empat kursi jabatan tersebut masih terbilang strategis diantaranya, Sekretaris BPKD, Sekretaris Bappeda, DPMG, dan Kabag Humas dan Protokol.

“ Walikota harus bersikap bijak untuk segera melakukan pengisian terhadap jabatan yang kosong tersebut, agar tidak menimbulkan asumsi negatif, apalagi kita sudah memasuki tahun politik, jangan pula mutasi dilakukan pada moment menjelang Pilkada, dan jangan salahkan jika nanti dianggap publik mutasi tersebut sebagai jurus ampuh untuk kepentingan politik sang penguasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Subulussalam menggelar mutasi eselon III dan IV di gedung serbaguna Pendopo Walikota setempat, Jumat (15/12). Walikota memutasi 12 pejabat dilingkungan pemerintah setempat (lim)