Wujud Nyata Kepedulian Pak Buwas terhadap Kesejahteraan Aceh

Banda Aceh (RA)- Kondisi darurat narkoba di Indonesia disikapi dengan tanggap darurat nasional seluruh instansi pemerintah dan komponen masyarakat. Kedaruratan yang paling terlihat adalah angka penyalahgunaan ganja yg terus meningkat dan mayoritas dalam pola penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba selama 12 tahun (2004-2016). Oleh karena itu, langkah pertama bagaimana STOP NARKOBA dari akarnya, yaitu tanaman Narkotika dan penanamnya.

Penanam narkotika itu diberbagai negara membudaya yang menyebabkan lahir dan munculnya kawasan rawan yang akan “meracuni” lingkungan dan kawasan di sekitarnya. Tindak lanjut tanggap darurat narkotika secara global, disikapi dengan pendekatan alternatif development bagi negara dgn tanaman narkotika, dimana pada perkembangannya harus dilakukan dari hulu (desa) hingga hilir (kota) sehingga terintegrasi dan komprhensif. Untuk itu, Kepala BNN RI, Bapak Drs. Budi Waseso mendesain program alternatif development untuk Aceh sebagai wujud nyata dari kepedulian beliau dalam memastikan Aceh terbebas dari narkoba dan rakyat Aceh sejahtera.

Pelaksanaan Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di Provinsi Aceh telah memasuki tahun kedua dari 10 yang direncanakan (2016 – 2025). Banyak agenda yang telah dilaksanakan oleh BNNP Aceh dalam rangka menyukseskan kegiatan GDAD yang dipelopori oleh BNN RI sebagai pilot project nasional di Indonesia. Kepala BNN RI, Bapak Drs. Budi Wasesomemerintahkan jajarannya di BNN RI untuk serius mengawal pelaksanaan program GDAD di Aceh.

“Karena keseriusan ini, akselerasi pelaksanaan program-pun terjadi, menurut tahapan GDAD, proses penanaman perdana untuk program GDAD ini akan berlangsung pada tahun 2019, namun Alhamdulillah penanaman perdana ini dapat dilaksanakan pada bulan Desember 2017 ini di Lamteuba, Aceh Besar,” ujar Kepala BNNP Aceh, Bapak Faisal AN, M.H.

Adapun tahapan GDAD dimulai dengan tahap Trust Building (2016-2018). Pada tahap ini adalah tahap persiapan, penyusunan dan koordinasi di tingkat daerah, pemetaan, konsolidasi dan koordinasi, penyusunan progiat dan anggaran serta perbaikan infrastruktur. Selanjutnya Tahap Implemententasi Program (2019-2024).

Pada tahap ini proses yang akan dilakukan adalah penyehatan masyarakat pendidikan karakter, pelatihan, pembinaan dan bina sadar hukum pembinaan dalam pengolahan, pengelolaan dan kewirausahaan. Pembinaan dalam pengemasan dan pemasaran serta membangun kemitraan dan sinergi peningkatan dukungan permodalan dan akses pasar. Tahap yang terakhir adalah Tahap Pengembangan Agrowisata (2025). Pada tahap ini proses yang dilakukan adalah pengembangan wilayah untuk meningkatkatan sektor wisata dan edukasi desa. Melakukan monev GDAD tahun 2025 dan penyusunan GDAD tahap II (2026 – 2030).

Beberapa kegiatan telah dilakukan untuk memastikan akselerasi GDAD diantaranya melakukan pengumpulan data awal di lapangan, focus group discussion, dialog membangun sinergitas dan rapat koordinasi dengan stakeholder di Provinsi Aceh. Program GDAD di Provinsi Aceh yang di desain adalah program khusus untuk menurunkan dan mengganti tanaman ganja menjadi tanaman produktif serta mengubah penanam ganja menjadi petani produksi unggulan diberbagai sektor pertanian.

Kondisi yang diharapkan dengan kehadiran GDAD 2016 – 2025 ini adalah terwujudnya Aceh yang bersih dari produksi ganja dan sejahtera. Melalui GDAD ini, BNN, K/L, Pemerintah Aceh, dunia usaha dan komponen bangsa dapat bersinergi dalam pengembangan sosial budaya (membangun karakter manusia), menegakkan keamanan dan ketertiban, mejaga kelestarian lingkungan hidup dan hutan serta meningkatkan ketahanan pangan dan menggagas terbangunnya agrowisata di Provinsi Aceh, khususnya di 3 kabupaten sebagai Pilot Project GDAD yaitu Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Gayo Luwes dan Kabupaten Bireuen.

Akselerasi Program GDAD terus diupayakan dilakukan secara maksimal dengan berbagai sumber daya yang tersedia di BNNP Aceh. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat (trust Building) di wilayah yang akan dijadikan Program GDAD, kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada di masing-masing kabupaten sehingga langsung bersentuhan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga rasa kepercayaan terhadap BNN, khususnya BNNP Aceh yang langsung terjun ke tengah masyarakat semakin meningkat. Alhamdulillah kegiatan penanaman perdana program GDAD ini akan terlaksana di Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar yang dihadiri langsung oleh Bapak Drs. Budi Waseso sebagai Kepala BNN RI yang telah berusaha untuk memastikan Aceh bebas dari narkoba dan sejahtera.(***)