PEMUDA ACEH IKRAR ANTI NARKOBA

DEKLARASI: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (kanan) saat Deklarasi Pemuda Aceh Anti Narkoba di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/12). HENDRI/RAKYAT ACEH

Banda Aceh (RA)  – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya memerangi penanaman dan peredaran ganja di wilayah Provinsi Aceh. Berbagai cara dilakukan termasuk upaya pencegahan melalui optimalisasi peran Pemuda Aceh Anti Narkoba. Langkah ini ditandai dengan adanya Ikrar Anti Narkoba di Lapangan Polda Aceh.

Kepala BNN RI, Budi Waseso mengungkapkan pentingnya komitmen bersama melawan narkoba. “Dengan kita melaksanakan Apel gabungan Pemuda Aceh Anti Narkoba saat ini mudah-mudahan dapat menyatukan kita untuk pertama, meningkatkan komitmen dan kepedulian seluruh komponen masyarakat untuk stop narkoba. Kedua, menggerakkan kepedulian bangsa untuk bangkit, bergerak dan berdaya melawan sindikat narkoba melalui gerakan stop narkoba.” Ungkap Kepala BNN, Budi Waseso pada saat acara apel gabungan Pemuda Anti Narkoba di lapangan Polda Aceh, Rabu (20/12).

Selain itu pula, dengan kegiatan ini diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui dunia maya, media sosial, kesenian, olahraga, komunitas, paguyuban baik modern maupun tradisional.
Selanjutbya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas), mengajak seluruh pemuda Aceh berserta seluruh lapisan masyarakat, melawan serta peduli dalam memberatasan dan peredaran gelap narkoba. Sehingga jaringan internasional yang selama ini memasok barang haram tersebut, tertutup geraknya.

Hal ini dikatakan Buwas usai acara Apel Deklarasi Pemuda Aceh Anti Narkoba di Mapolda Aceh.

“Kini kita telah membangun sinergitas antara Polri, TNI, Bea Cukai dan komponen lainnya untuk memantau jalur masuknya narkoba di Indonesia. Khususnya di daerah perbatasan dan Aceh, kalau ini berjalan dengan baik, menutup ruang gerak mereka,” katanya.

Disamping itu, ia menyampaikan berdasarkan hasil survei, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai 2,18 persen atau sekitar 4 juta jiwa.
“Diperkirakan bahwa setiap hari sebanyak 33 orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba atau sebanyak 12.044 penyalahguna pertahun.

Pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,9 persen atau 2 dari 100 orang pelajar dan mahasiswa menyalahgunakan narkoba.

“Bila dilihat dari survei tersebut, terlihat bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia sudah menjalar ke kampus,” sebutnya.

*Jelang Tahun Baru Permintaan Narkoba Meningkat

Sementara itu, jelang perayaan tahun baru 2018, Badan Narkotika Nasional mulai mengantisipasi masuknya narkoba dalam jumlah besar ke Indonesia. Meskipun, saat ini narkoba sudah mulai banyak masuk ke Tanah air.

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Budi Waseso mengakui, permintaan narkoba jelang Tahun Baru kali ini cukup tinggi. Itu terlihat di beberapa daerah selama sepekan ini banyak yang ditangkap terkait kepemilikan narkotika dalam jumlah besar.

“Peningkatan jelang akhir tahun permintaan besar. Pada akhir tahun tentu mereka suplainya besar, seperti sekarang menjelang tahun baru, nah ini banyak kebutuhan, kita sudah mengantisipasi itu,” kata Budi.

Namun kata Buwas, ia tak bisa pungkiri bahwa peredaran narkoba jelang tahun baru sudah mulai banyak masuk. Sehingga, BNN mulai memonitor peredarannya di daerah yang dianggap rawan.

“Kita selalu monitor, tapi letak geografi negara kita yang cukup luas, sehingga mudah masukknya. Saat ini kita mulai memonitor yang sudah beredar. Agar suplai narkoba ini bisa kita tekan,” ujarnya.

Terakhir, Buwas juga berharap dengan momentum ini dapat meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi rawan narkoba di lingkungan dan dapat mengoptimalkan seluruh potensi bangsa sehingga mampu menggerakan kekuatan rakyat untuk menghentikan narkoba di wilayahnya.

Dalam acara tersebut dilaksanakan ikrar bersama Pemuda Aceh Anti Narkoba serta pemakaian rompi Pemuda Anti Narkoba secara simbolis, yang dihadiri kurang lebih 1000 pemuda dan mahasiswa dari perwakilan universitas di Aceh serta elemen masyarakat di Aceh.

Di samping upaya preventif, maka langkah kerja sama pun terus dijalin dan diperkuat dengan sejumlah pihak termasuk Unsyiah, UIN-Raniry dan Forum Bersama DPR RI.
Usai apel pemuda Aceh, Budi Waseso melanjutkan kegiatannya dengan mengisi kuliah umum di UIN Ar Ranirry. Kegiatan tersebut disambut antusias para mahasiswa, hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang mencapai 600 orang. (***)