Ulama dan Ormas Islam Sampaikan Aspirasi ke Bupati Aceh Utara

SILATURAHMI: Bupati dan Wakil bupati Aceh Utara, bersilaturrahmi dengan alim Ulama serta Pemimpin Ormas Islam se-Kabupaten Aceh Utara dalam rangka koordinasi penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Pendopo Bupati Aceh Utara, Rabu (20/12). Armiadi/Rakyat Aceh.

ACEH UTARA (RA)– Ulama bersama pimpinan ormas Islam se- Aceh Utara, menyampaikan masukkan dan aspirasi kepada Bupati Aceh Utara dan wakil bupati tentang pelaksanaan Syariat Islam. Bukan itu saja, perwakilan ulama dan ormasi Islam juga mempertanyakan perhatian Pemerintah Daerah kepada ulama, teungku-teungku dan guru pengajian.

Itu disampaikan dalam acara Silaturrahmi Bupati dan Wakil bupati Aceh Utara, dengan alim Ulama serta Pemimpin Ormas Islam se Kabupaten Aceh Utara dalam rangka koordinasi penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh Utara tahun 2017. Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara, yang diadakan oleh Dinas Syariat Islam Aceh Utara.

Tgk Abdullah Lapang, dalam kesempatan itu mengatakan, selama ini pelaksanaan Syariat Islam dinilai masih kurang dilakukan sosialisasi terhadap qanun-qanun yang berhubungan dengan Syariat Islam di Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Tgk Muhammad Idris, mengatakan, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk menerima masukkan dan pandangan ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh Utara. “Apa yang disampaikan perwakilan ulama dan ormas Islam menjadi catatan untuk menjadi rujukan bupati dan wakil bupati dalam melaksanakan Syariat Islam,”ucap Tgk Muhammad Idris.

Disebutkan, dalam Perbup tahun 2014 tentang penguatan Syariat Islam sudah diatur untuk pelaksanaan Syariat Islam itu menjadi tanggungjawab Pemerintah, orang tua, masyarakat, remaja dan anak-anak.

“Dalam perbup itu lebih dititik beratkan pengajian ba’da magrib dengan tempat meunasah, mesjid dan mushalla, kemudian pengawasan akan dilakukan oleh Wilayatul Hisbah (WH),”ungkapnya. Namun, jika anak-anak kedapatan masih berkeliaran dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00 malam maka akan ditangkap untuk diserahkan orang tua mereka.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, menyebutkan, pihaknya sangat mendukung program Syariat Islam dan harus berjalan di Aceh Utara dengan dukungan semua pihak termasuk ulama dan teungku serta masyarakat.

“Kami mohon para ulama dan teungku-teungku tidak bosan-bosannya memberikan saran dan pendapat tentang penguatan Syariat Islam dan pembangunan serta ekonomi masyarakat,”pintanya.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri oleh Ketua MPU Aceh Utara Abu Manan bersama Wakil Ketua MPU, Abu Paloh Gadeng dan unsur ulama lainnya serta Sekda, Asisten dan para kepala dinas dan kepala bagian. (arm/slm)