Kapolres Aceh Besar Narkoba Musuh Prioritas

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto didampingi dalam konferensi pers akhir tahun 2017 yang berlangsung di Jantho, Jumat (29/12).

Jantho (RA) Kekhawatiran aparat hukum akan tumbuh embrio penanam baru menanam ganja di Aceh Besar menjadi perhatian serius bagi hamba hukum di wilayah itu.

Ini yang harus diantisipasi oleh jajaran pemerintah dan stake holder dengan memberikan penyuluhan agar tidak lagi menanam barang haram tersebut.

Demikian disampaikan
Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto didampingi
dalam konferensi pers akhir tahun 2017 yang berlangsung di Jantho, Jumat (29/12).

Dalam paparan beberapa bidang, kemarin, diantaranya Lantas kasus yang terjadi selama satu tahun (2016 – 2017). dilaporkan Kasat Lantas Iptu Sandy Titah mengatakan angka kecelakaan turun 34 persen dari rangking 34 menjadi 12 persen.

Beberapa penghargaan Lantas Aceh Besar diperoleh dari Divisi Humas Mabes Polri membuat film pendek dan meraih rekor MURI menambal ban dengan jalan kaki sepanjang dan penghargaan dari Kakorlantas.

Kemudian penghargaan berupa program Teknologi Informasi tentang penanganan cepat ketika terjadi kecelakaan dari Kapolda Aceh.

Satlantas juga berhasil menangkap shabu sekitar beberapa kilogram dan terobosan inovatif dan kreatif satuan lalulintas Polres Aceh Besar sebanyak 58 inovasi berupa pelayanan publik.

Selama tahun 2016 sebanyak 237 kasus angka kecelakaan, 55 meninggal, dan turun sekitr
157 kasus tahun 2017 dari berbagai kalangan.

Ke depan kami akan buat buku dan pelayanan mengurus pajak kendaraan jemput bola dan promosi dengan artis lokal Aceh.

Bidang Narkoba, Kasat Iptu Yusra Aprilla selama januari 2016 – 2017 atas 42 kasus dan terjadi kenaikan menjadi 87 kasus dan sudah mrmcapai penanganan 80 persen.

Penemuan ladang ganja, saat ini tidak lagi penanaman tiga bulan sebelum panen. Namun, terakhir Desember ada penemuan 9 hektar ladang ganja di Lamteuba bersama BdsNN Pusat.

Reskrim Aceh Besar, disampaikan Ipda Reza selama 206 kasus dan telah diselesaikan sebanyak 100 lebih. Kemudian ada 152 kasus crime total dan selesai 44 kasus. Termasuk kasus anak, perkosaan, pembuangan bayi, bbm, oplos beras raskin dan pembunuhan.

Kasus terbanyak ilegal loging, kilang kayu di Lembah Seulawah. Dan kasus korupsi, berhasil menyelamatkan uang negara Rp 157 juta. (imj)