Kapolda Aceh Irjen Rio S Jambak Aceh Aman Tanpa Mercon

Banda Aceh (RA) Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Jambak memberi apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat Aceh yangĺ tidak menyambut malam pergantian tahun 2017 dengan hura-hura.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada aparat TNI, Satpol PP,  Dishub, PMI dan organisasi lainnya dalam memberikan penjagaan baik rumah ibadah dan tempat umun dengan baik tanpa adanya insiden apapun.

‘Alhamdulillah suasana di ibukota provinsi maupun kabupaten/kota berlangsung aman dan tertib tanpa mercon maupun kembang api’, ujarnya malam kemarin yang meninjau langsung suasana Kota Banda Aceh.

Menurutnya himbauan bersama Forkopimda Aceh dan MPU untuk tidak merayakan malam pergantian tahun telah dipatuhi masyarakat mengingat Aceh merupakan satu-satunya menerapkan Syariat Islam.

Suasana seperti ini kata Kapolda hendaknya dapat terus dijaga agar provinsi Aceh menjadi contoh bagi daerah lain yang sudah melaksanakan dengan tertib. Namun, bagi daerah lain tentunya sangat beda dan wajar saja jika dilakukan.

Sebelumnya Kapolda memaparkan kinerja polisi di jajarannya pada 2017 lalu ia
menegaskan kasus narkoba terus menjadi target pengungkapan terutama para bandarnya.

Memang bandarnya yang kita cari karena merekalah yang memasukkan barang haram itu ke Aceh.

Sabu datang dari luar melalui pelabuhan tikus dan masuk ke daerah di kawasan pinggiran laut.

Kita tidak mau lagi ada tertangkap sebanyak
76 kg jangan mau cari uang dengan cara tidak halal dan beresiko tertangkap dengan hukuman berat bahkan sampai hukuman mati.

Begitu pula dengan ganja menjadi musuh kita bersama mari kita laporkan kalau ada pemakai atau pengedar narkoba kepada aparat hukum.

Data tahun 2017 Polda Aceh telah berhasil menangkap
sabu 44 ribu gram lebih ini jumlah yang memang sangat besar dengan beberapa kali penangkapan berbeda.

Ladang ganja 15 888 kg luas lahan 103.5 hektar dan memang sejak zaman dulu hingga sekarang masih ada dan sudah dicoba dimusnahkan rutin ketika ditemukan.

Saya sejak 1987 sudah di Aceh dan dulunya terkenal ada di Terangon, Blang Kejeren dan Lamteuba, Aceh Besar. Sekarang sudah ada BNN untuk mengubah pola tanam masyarakat setempat dengan nama “alternatif development’.

‘Kalau dulu tanam ganja sekarang dicoba dengan menanam tanaman bermanfaat artinya tidak beresiko seperti sayuran dan buah-buahan’, demikian Kapolda (imj)