Aceh Utara Kembali Dilanda Banjir Rendam 30 Desa

BANJIR : Personil Polri terlihat bersiaga di lokasi banjir di Aceh Utara, Rabu (3/1). For Rakyat Aceh

LHOKSUKON (RA) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara kembali dilanda banjir sejak Rabu pagi (3/1). Peristiwa tersebut membuat panik masyarakat, apalagi banjir terjadi awal Desember 2017 lalu akibat tingginya curah hujan, belum hilang dari ingatan. Begitu pula dengan ekses kerusakan sejumlah infrastruktur.

Pada Rabu pagi kemarin, banjir melanda 30 desa tersebar di dua kecamatan seperti Matang Kuli, Pirak Timu dan Tanah Luas. Ratusan rumah warga terendam air akibat sungai atau Kreung Keureuto meluap.

Data yang diperoleh Rakyat Aceh menyebutkan desa yang terendam di Kecamatan Matangkuli yaitu Desa Lawang, Siren, Tanjung Haji Muda, Meunye Pirak, Pante Pirak, Leubok Pirak, Ceubrek Pirak, Alue Thoe, Hagu, dan Desa Meuria. Berikutnya Desa Alue Euntok, Tumpok Barat, Tanjung Tengku Kari, Teungoh Seulemak, Mee, Baro, Parang Sikureung, Tanjung Tengku Ali, Punti, Tanjung Babah Krueng, dan Desa Blang.

Sementara di Kecamatan Pirak Timu, desa yang terendam banjir yaitu Desa Alue Bungkoh, Tring Krueng Kreeh, Rayeuk Pange, Bungong, Geulumpang, Krueng, Bracan Rata, Asan Krueng Kreeh dan Desa Munye Tujoh.

Bahkan, sumber dari seorang anggota satlak BPBD Aceh Utara menyebutkan besar kemungkinan Kecamatan Langkahan juga bakal terjadi banjir.

Salah seorang warga, Zahri Abdullah, menyebutkan banjir mulai merendam pemukiman penduduk sejak pukul 10.00 WIB. Ketinggian air bervariasi dari 50 sentimeter hingga satu meter.

“Seharusnya untuk jangka pendek pemerintah bisa membangun tanggul secara merata di kiri-kanan sungai. Ini solusi jangka pendek, agar tidak banjir lagi. Padahal baru dua pekan lalu kami terendam banjir,” harap Zahri.

Saat ini, belum ada tenda pengungsian. Terlihat polisi dan TNI membantu mengangkat barang warga ke dataran yang lebih tinggi. Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara menyiagakan ratusan Babinsa di setiap koramil untuk terus memantau perkembangan banjir. Selain itu, Babinsa juga berkordinasi dengan pihak terkait mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Bencana banjir sewaktu waktu dapat terjadi, oleh karena itu Kita harus siap dan tanggap untuk menghadapinya,” ujar Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto, Rabu (3/1).

Lebih lanjut kata perwira dua melati di pundaknya itu, Babinsa harus segera membantu masyarakat yang terkena banjir.

Dan, terus monitor setiap perkembangan di lapangan.
Hingga pukul 12.05 WIB siang ini, Rakyat Aceh belum menerima informasi adanya gelombang pengungsian akibat banjir tersebut. (ung/msi/slm)