SBY: Aceh Sudah Aman

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekretaris Partai Demokrat Aceh Iqbal Farabi usai pidato politik 2018 di Bagor, Jumat (5/1) /Ist/Ra

BOGOR (RA) – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara khusus mengingatkan agar masyarakat Aceh terus menjaga kondisi keamanan yang sudah membaik.

“Aceh semakin aman kan, dan pembangunan berjalan baik,” kata SBY singkat usai foto bersama dengan pengurus DPD Partai Demokrat Aceh yang hadir dalam orasi politik 2018 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1).

Sambil berjalan ia juga mengingatkan agar kader Demokrat di Aceh untuk bekerja keras memenangkan tiga kandidat yang diusung dan didukung partai demokrat pada pemilu 2018 di kabupaten yakni Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Kota Subulussalam.

“Semoga semuanya bisa menang. Amin,” ujarnya sambil berlalu menuju mobil bersama Ibu Ani Yudhoyono dan anaknya Edi Baskoro Yudhoyono

Dalam pertemuan itu, hadir dari Aceh, Sekretaris Partai Demokrat Aceh, Iqbal Farabi, wakil sekretaris Adnan Yacob didampingi anggota DPR RI fraksi Demokrat, Teuku Riefky Harsya, Muslim.

Sebagai Presiden RI ke VI yang juga ikut mendamaikan konflik Aceh dengan pemerintah pusat 2004 lalu sehingga SBY telah berhasil menyelesaikan dan kini berjalan aman.

Sebelumnya dalam pidato politiknya awal 2018 SBY  mengharapkan agar Pemilu 2019 dapat berlangsung dengan aman jujur dan demokratis serta berlangsung fair.

Mari kita junjung tinggi moral dan etika politik pilkada 2018 dan pilpres 2019 bebas dari kecurangan dan tidak melanggar aturan dan tidak menghancurkan lawan politik dan itu bukan cara yang baik.

Kepada penyelenggara Pemilu dapat menjaga integritas dan sama-sama memiliki kompleksitas yang tinggi baik pilkada maupun pemilu legislatif dan pilpres.

Jaga netralitas negara dan tidak boleh berpihak. Semua elemen negara melakukan kegiatannya sesuai fungsi dan tidak memihak atau mendukung  memenangkan calon peserta pilkada maupun calon legislatif.
Cegah kriminalisasi terhadap kandidat patuhi dan jangan melanggar hukum.

SBY juga meminta peran pers sangat diharapkan menjaga independensinya bukan hanya untuk kepentingan pemilik,  pemberitaan harus berimbang. Baik media massa maupun elektronik.

Terakhir SBY mengharapkan masyarakatlah yang berdaulat dan merekalah menentukan pilihannya terhadap calon pemimpin masa depan. (imj)