Abusyik Sita 12 Beco Galian C Ilegal

DISITA: Alat berat jenis Beco, dipasang garis Polisi setelah disita dalam operasi gabungan Forkopimda Pidie yang dipimpin oleh Bupati Pidie, Roni Ahmad, di DAS Tiro, Pidie, Senin (22/1). FOR RAKYAT ACEH

SIGLI (RA) – Bupati Pidie, Roni Ahmad atau akrab disapa Abusyik menyita sebanyak 12 unit beco yang melakukan aktifitas penambangan pasir tak berizin di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tiro, Gampong lhok Ie Ge dan Mancang, Kecamatan Tiro. Operasi yang dilakukan secara mendadak tersebut, melibatkan Polres, Kodim 0102/Pidie, Kejari Pidie serta Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait.

Kasus tersebut masih dalam pendalaman, hingga semua barang bukti diamankan di Mapolres Pidie, Senin (22/1). Abusyik mengatakan penertiban galian C ilegal dilakukan karena keluhan masyarakat. Pelakunya sejumlah pengusaha dengan tujuan mementingkan diri sendiri, sementara masyarakat dirugikan.

“Ini pekerjaan pengusaha yang mencari untung pribadi, rakyat sengsara. Apalagi tanpa izin, ini jelas merugikan rakyat dan negara,” terangnya.

Selain itu, galian C sangat merusak lingkungan, selain akan mengurangi debit air sumur warga di kawasan penggalian juga bendungan di sekitar lokasi rusak akibat abrasi. Tak hanya itu, pondasi jembatan turut pula hancur. Negara juga dirugikan dengan pekerjaan tanpa izin dan tidak membayar pajak.

“Bendungan rusak, jembatan rusak, ini sangat berbahaya bagi masyarakat dan pertanian di daerah itu,” katanya.

Sebelumnya, orang nomor satu di Pidie tersebut telah memanggil para pengusaha yang bermain di lokaai pertambangan mineral bukan logam atau bebatuan tersebut ke kantor Bupati. Namun, mereka masih tetap kekeh melakukan aktifitas liar.

“Ini kami lakukan untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat, kami juga sudah mengingatkan mereka, kami panggil ke kantor bupati, tapi mereka tidak mengindahkan. Jadi tidak dilakukan dengan semena-mena,” ungkapnya.

Kabag Ops Polres Pidie, Kompol Juli Efendi, membenarkan operasi penertiban galian C di Tiro, sebanyak 12 unit Beco telah diamankan di Mapolres Pidie.

Namun pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut, sementara ini lokasi pengambilan bebatuan tersebut diduga kuat tak berizin.

Sementara pemilik beco semuanya tidak berada di lokasi, sehingga belum ada yang diamankan, jika nanti sudah ada kepastian hukum tentang mereka, akan segera kami tindak lanjuti.

“Izinnya kami dalami dulu, jika ada unsur pidana, pemiliknya akan kami tahan. Sementara lokasinya tak berizin, kami akan cek dulu. Beconya sudah diamankan sementara di Polres Pidie, pemiliknya tak ada di tempat,” ungkapnya. (zia/mai)