KPA/PA Peringati Haul Tgk Abdullah Syafi’i

Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas menggendong seorang anak yatim disaksikan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, usai menyerahkan santuan kepada anak yatim secara simbolis, Senin (22/1). IHSAN/RAKYAT ACEH

MEUREUDU (RA) – Memperingati 16 tahun hari meninggalnya, Tgk Abdullah Syafi’i, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Komite Peralihan Aceh (KPA) bersama Partai Aceh (PA) Kabupaten Pidie Jaya menggelar zikir bersama sekaligus kenduri maulid Nabi Muhammad SAW.

Haul ke 16 Abdullah Syafi’i itu di hadiri oleh seribuan peserta zikir, masyarakat dan jajaran KPA/PA Pidie Jaya.

Amatan Rakyat Aceh di komplek pemakaman Tgk Abdullah Syafi’i, Gampong Cubo Sukon, peserta zikir yang manyoritasnya dari kaum ibu-ibu tersebut tampak larut dan khusyuk malafazkan kalam Ilahi yang dipimpin oleh pimpinan pesantren Darussa’dah Pante Raja serta sejumlah pimpinan pesantaren lainnya.

Begitupun dengan Wakil Ketua KPA/PA Aceh, Kamaruddin Abubakar, Ketua KPA/PA Pidie Jaya yang juga bupati setempat, Aiyub Abbas juga larut dalam lantunan zikir.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar juga tampak hadir dalam kegiatan tahunan memperingati meninggalnya mantan pimpinan tertinggi militer GAM di pegunungan Jiem-jime 22 Januari 2002 silam. Usai kegiatan zikir, para petinggi KPA/PA dan Wali Nanggroe ini juga menziarahi kuburan Tgk Abdullah Syafi’i dan mendoakannya.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar yang turut hadir dalam acara tersebut menyeru seluruh rakyat acah untuk bersatu pada memperjuangkan hak-hak Aceh yang disepakati dalam perjanjian damai 15 Agustus 2005 lalu. Katanya, belum seluruh butir-butir perjanjian damai diakomodir dalam UUPA, kini malah UUPA itu sendiri perlahan-lahan hendak diamputasi pemerintah pusat.

“Beberapa waktu lalu, beberapa pasal dalam UUPA mau diamputasi pemerintah pusat. Dan dengan perjuangan rakyat Aceh pasal tersebut telah mampu dipertahankan kembali melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Saya juga telah menjumpai Jusuf Kalla (Wapres) perihal itu,” katanya, Senin (22/1).

Wali juga meminta pada pimpinan daerah, maupun anggota DPRK yang berasal dari Partai Aceh agar benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat dan kepentingan Aceh, jangan hanya untuk mencari harta kekayaan.

Untuk Kabupaten Pidie Jaya yang akan menggelar Pilkad 2018 mendatang lanjutnya, masyarakat untuk dapat memberi kepercayaan kembali pada Aiyub Abbas dan KPA/PA juga harus bersatu padu.

“Saya kenal betul dengan Tgk Aiyub. Dia orang yang penurut dan orang baik. Masyarakat Pidie Jaya, patut mempercayakan kembali dia memimpin daerah ini. Karena dia penurut, jika dia berbuat salah, saya dapat menegur dan mengingatkannya,” seru Malik Mahmud.

Sebelumnya, Ketua KPA/PA Pidie Jaya, Aiyub Abbas, mengatakan cukup terharu dengan antusiasme masyarakat yang ikut dalam acara zikir memperingati Haul ke 16 Tgk Abdullah Syafi’i. Berbekal itu, ia yakin Kabupaten Pidie Jaya ke depan akan lebih maju dan lebih sejahtera lagi.

“Kami (bupati) terus berupaya mewujudkan kesejahteraan rakyat Pidie Jaya sebagaimana harapan kita selama ini. Untuk itu, terlebih dahulu saya mengharapkan masyarakat, agar lebih menertibkan ibadah kepada Allah SWT,” ajak Aiyub Abbas.

Kegiatan Haul ke 16 Tgk Abdullah Syafi’i tersebut juga dilakukan penyantuan pada anak yatim piatu di 222 desa dalam delapan kecamatan di daerah tersebut. (mag-78/mai)