Kedutaan Besar Australia Kunjungi Aceh Jaya

KUNJUNGAN: Delegasi Kedutaan Besar Australia, Fleur Dvies bersama Bupati Aceh Jaya Drs, H T Irfan TB serta Sejumlah Perwakilan Papua dan Papua Barat Berkunjung Langsung Kerumah Penerima Program Aslureti di Gampong Baro Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya, Selasa (23/1). Rakyat Aceh/ Hendra Sayeng

CALANG (RA) – Pejabat kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Fleur Dvies, berkunjung kerumah penerima Aslureti (Asistensi Lanjut Usia Resiko Tinggi), Hamzah (75), saat ini mata mulai tidak dapat melihat.

Hamzah, merupakan penerima uang bantuan Program Prioritas Perintah Aceh Jaya yang telah berjalan dalam pemberian Insentif kepada orang tua lanjut Usia di Gampong Baro Kecamatan Setia, Selasa (23/1).

Kedutaan Besar Australia Untuk Indoensia, Fleur Dvies mengungkapkan kegiatan pembelajaran lintas wilayah bertujuan mendukung Pemerintah Indoensia mengoptimalkan menggunakan dana Otsus untuk mengatasi kemiskinan di Provinsi Aceh, Papua dan Papua Barat yang difasilitasi oleh salah satu program yang di falsilitasi Pemerintah Australia, Kompak (kolaborasi Masyrakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan).
Program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, melalui peningkatan layanan dasar dan peluang ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan.

“Dalam kunjungan ini memberi kesempatan bagi ketiga Provinsi berbagai cara-cara inovatif dalam meningkatkan pelayanan public di bidang kesehatan, pendidikan, identitas hukum dan sosial,” kata Fleur Davies.

Fleur menambahkan, selama ini pemerintah Australia senang karena Kompak mendukung perbaikan tata kelola dan pemanfaatan keuangan daerah seperti DAK, DID dan Dana Otsus untuk perbaikan pelayanan dasar di tiga provinsi.

Kepala Pusat Data dan Analisa Pembangunan Bappeda Provinsi Papua, Andry Damir mengungkapkan dalam kunjungannya yang pertama ini bertujuan untuk sharing pendapat program pro rakyat dikarenakan saat ini di Papua sedang menjalankan program Berbang Mas Papua Hasrat Papua sebagaiman mana disana ada dijalankan program 100 hari bagi bayi lahir diberikan bantuan, sementara di Aceh Jaya adanya program Aslureti bagi para orang tua lanjut usia.
untuk saat ini berbagai program yang telah dijalankan di Aceh Jaya program Aslureti, Malem Dagang, Listrik Gratis, Beasiswa Aceh Jaya Cerdas serta pelayanan pasien hingga kerumah-rumah.

“semua berbagai pemaparan yang telah disampaikan semuanya menarik namun untuk saat ini kami focus untuk program lansia,” kata Andry.

Bupati Aceh Jaya Drs, H T Irfan TB, mengungkapkan untuk program-program prioritas tetap dilaksanakan sementara pagu-pagu yang kita rasionalkan.

“Namun tidak mengurangi program yang telah kita laksanakan malah saat ini di pesantren-pesantren bertambah santri. Tentunya dalam memaksimalkan Dana Otsus ini untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Namun, nantinya setelah adanya kunjungan dari Papua, kita akan melaksanakan kunjungan kembali ke Papua. Sementara ada beberapa program dari papua yang menarik untuk di adopsi.

“Kita sangat berharap kepada Pemerintah Aceh dan DPRA untuk mengembalikan kembali ke kabupaten/kota dalam pengelolaan Dana Otsus oleh pemerintah kabupaten/kota. Dikarenakan pemerintah kabupaten/kota banyak program inovasi,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, jika Dana Otsus di kelola oleh provinsi maka pada pembahasan adanya kendala dikarnakan tidak tersedianya menu disana. Sementara jika Dana Otsus kembali dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota tentunya nantinya lebih mudah dalam menciptakan program-program inovasi. (mag-67/bai)