Dinas Pertanian  Bantu Petani Basmi Wereng

BASMI WERENG: Kepala Dinas Pertanian Bireuen,H Alie Basyah dan staf turun ke sawah bersama petugas dan petani serta TNI membasmi hama wereng, Kamis (25/1). RAKYAT ACEH/RAHMAT HIDAYAT

BIREUEN (RA) – Tim Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen turun beberapa wilayah di kawasan pertanian yang terkena hama wereng. Diketahui hama wereng menyerang 1.092 hektare tanaman padi di 17 kecamatan di Bireuen.

Tim dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen Ir H Alie Basyah,M.Si dan Koordinator Pengamat Hama Penyakit H Azhar,SP bersama kepala bidang dan petugas gabungan, menyemprotan, Kamis (25/1) pagi di sawah Pulo Ara, Kecamatan Peudada dan juga di kecamatan lain.

Kepala Dinas Pertanian Bireuen Ir H Alie Basyah,M.Si ditanyai Rakyat Aceh dilokasi menjelaskan bahwa luas sawah di Bireuen terserang hama wereng 1.092 hektare, dengan katagori serangan ringan 931 hektare, sedang 142 hektare dan telah berat 18 hektare. Penyebab serangan karena ada varietas sebagian digunakan petani tidak dianjurkan dan belum bisa disebut benih tetapi masih galur.

Bagi petani di Bireuen diharapkan untuk dapat mengindahkan pemakaian benih unggul seperti dianjurkan dinas pertanian, dan tentunya benih itu lebih tahan terhadap serangan hama wereng. Untuk antisipasi telah diinventarisir dan disemprot dengan racun bantuan dari UPTD BPTPH Provinsi Aceh melalui UPTD BPTPH Keumala.

“Sedangkan dari Pemkab Bireuen, Bupati memerintahkan saya mencari insektisida dan sudah kita pesan jenis Plenium dan sudah ada, untuk biaya ditanggung pribadi oleh Bupati,” ungkap Kadistan seraya menambahkan bahwa langkah lain yang dilakukan pihaknya tim melaksanakan penyuluan kepada petani.

Selain itu petani tetap didampinggi para petugas lapangan dan hampir setiap desa dibantu petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) walau satu orang membawahi dua kecamatan dan juga penyuluh meski masih kurang, satu orang menangani tiga sampai empat desa.

Diharap kerjasama ketua kelompok tani dan petani. Serangan hama ini bukan persoalan berarti tetapi jika tidak segara ditangani jadi bencana. “Kalau menurut saya bisa gawat dan lebih gawat dari narkoba. Kalau hama ini 1 minggu bisa puso dan semua padi telah ditanam dilahan 20 ribu hektar lebih x 6 ton perhektare besar kerugian masyarakat petani,” tegas Alie Basyah.

Sementara itu kegiatan pembasmian hama wereng untuk Kecamatan Peudada juga telah dilakukan dibeberapa lokasi lainnya. “Kita imbau petani tolong pagi datang ke sawah amati tanaman apa ada hama wereng. Kalau ada 2-5 ekor tidak ada persoalan. Dari semua luasan terkena hama hampir semua bisa kita tangani,” terang Kadistan didampinggi juga Kabid Tanaman Pangan dan Holtikutura Hj Mutia. (rah/min)