Ngeri, Trump Tegur Erdogan, Ada Apa?

Presiden AS Donald Trump (Reuters)

Harianrakyataceh.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Turki agar tak merusak tujuan bersama mereka di Syria. Peringatan terkait operasi militer Turki di Kota Afrin disampaikannya dalam perbincangan telepon dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Selasa, (23/1).

Operasi Ranting Zaitun yang diluncurkan Turki membuat hubungan kedua negara renggang. Sebab operasi militer itu menyasar kelompok militan Kurdi, YPG yang merupakan sekutu AS dalam mengamankan wilayah perbatasan Syria. Bahkan Turki menyebut YPG sebagai kelompok teroris yang harus dihancurkan.

Dalam pembicaraannya, Trump mendorong Erdogan untuk menahan diri dan membatasi aksi pasukannya. Dia khawatir ulah Turki akan menambah berat penderitaan warga sipil Syria.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Reuters)

“Trump mengatakan, jangan sampai jumlah warga sipil yang mengungsi tambah banyak,” bunyi pembicaraan Trump dengan Erdogan yang dirilis Gedung Putih seperti dilansir JPNN (Jawa Pos Grup).

Trump berharap situasi memanas ini tidak sampai menyebabkan konflik terbuka antara militer kedua negara. Saat ini ada sekitar dua ribu personel militer AS di wilayah Syria.

Trump sempat menggunakan bahasa yang cukup keras kepada Erdogan saat membicarakan kondisi hubungan kedua negara. Dia meminta sekutunya untuk menghentikan retorika bohong soal AS.

“Presiden Trump menyampaikan keresahannya terkait retorika palsu dan merusak dari Turki, juga soal warga negara AS dan pegawai lokal yang masih ditahan oleh Pemerintah Turki,” tulis Gedung Putih.

(ce1/iml/met/JPC)