Mantap Hijrah, Ribuan Warga Rela Hapus Tato

Peserta program hapus tato gratis di halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Ratusan orang dengan niat dan hati yang tulus mengantre di sebuah masjid yang memiliki sejarah panjang semasa didirikan. Demi menuju ke arah yang lebih baik, mereka rela menghilangkan satu bagian yang sudah lama melekat di tubuhnya.

Oleh: Yesika Dinta

Sejak pagi hari, Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat begitu ramai. Ratusan orang dengan tujuan yang sama telah memantapkan niatnya menghapus tato yang tergambar indah di bagian tubuhnya.

Peserta program hapus tato gratis di halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1).

Peserta program hapus tato gratis di halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Pogram hapus tato diselenggarakan Majelis Talim Telkomsel (MTT) dan Islamic Medical Service (IMS) itu menarik minat tak hanya ratusan orang yang hadir, namun juga ribuan orang yang mendaftar sebelumnya. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Ibnu Sina, para dokter menggunakan teknologi laser untuk merontokkan tato seluruh pesertanya.

Program itu sangat menarik antusiasme masyarakat. Terbukti dari tumpahnya peserta yang mendaftar, yakni menyentuh angka 1.500 orang. Namun panitia baru menyanggupi 120 peserta yang hadir di masjid berwarna putih dan hijau itu kemarin, Sabtu (27/1).

Joko Siswanto, 45, salah satu peserta yang datang dari Bekasi, Jawa Barat, mengikuti acara tersebut dengan niat ingin sepenuhnya berhijrah. Badannya yang gemuk seperti menggambarkan ketidaktakutannya terhadap laser yang akan menusuk ke lengan kanan dan kirinya.

Keluar dari bilik operasi hapus tato, satu blok lengan kiri yang tertutup tato miliknya terlihat dipenuhi darah. Wajahnya tak kesakitan, dengan memakai kaos tanpa lengan dan masih menggunakan peci, pria yang memiliki tato sejak tahun 1990 silam itu bergegas pergi ke toilet masjid untuk menyapu darah dan mengenakan kembali baju koko putih yang dipakainya kala meninggalkan rumah.

“Alhamdulillah senang sekali. Kita sudah niat hijrah untuk hapus semua (tato). Rasanya enggak sakit, kayak kena setruman raket nyamuk gitu lho,” kata Joko sambil bergegas meninggalkan warga yang turut penasaran.

Pemilik tato lainnya, Andri, 28, menyadari dirinya harus menghapus tato karena ingin memperbaiki diri. Warga Jakarta itu terlihat bersyukur karena ada program yang dapat meng-cover biaya hapus tato di rumah sakit yang mencapai Rp 3 juta.

“Gratis, Alhamdulillah,” katanya sembari dilaser dan bersimbuh darah di bagian tangannya.

Baik Joko maupun Andri, keduanya mengaku tak merasa sakit ketika laser bekerja menghapus tato kesayangannya. Melainkan, lebih sakit saat dahulu membuatnya walau dengan penuh rasa bangga.

“Sakitan waktu bikin,” imbuh Andri meski tatonya baru dibuat pada tahun 2013 lalu.

Di saat yang sama, ratusan orang lainnya dibuat menjadi beberapa kelompok dan masing-masing dari mereka memiliki satu ustadz untuk memimpin pelajaran mengenal Al Quran. Kegiatan tersebut diadakan agar waktu menunggu giliran hapus tato tak terbuang sia-sia.

“Al Quran memiliki 30 Juz, berapa ayatnya? Berapa suratnya?” tanya seorang ustadz kepada enam orang peserta yang sebelumnya sudah diminta menghafal jawabannya.

Program hapus tato sendiri, terinspirasi dari banyaknya pemilik tato namun memiliki keinginan untuk hijrah. Hal itu juga terbukti dari pendaftaran yang membludak dari target awal yang hanya 250 orang.

“Jadi memang kita melihat bahwa orang yang punya tato cukup banyak sementara biaya penghapusan tato mahal,” tutur Ketua MTT Wawan Budi Setiawan yang juga ditemui di lokasi.

Tak hanya menghapus tato para peserta, namun MTT juga mendapat amanah untuk melakukan pembinaan agar para peserta benar-benar hijrah dan tidak kembali masa kelamnya.

“Tadi ada perjanjiannya tuh, jadi pasiennya harus mau dibina, jangan sampai nanti dia balik lagi ke komunitasnya, balik lagi begitu. Kita masih ada datanya, kita monitor lah,” sambungnya.

Selanjutnya, program mulia yang sangat diminati itu akan meneruskan roadshow-nya ke berbagai wilayah di Jakarta. Ribuan peserta yang tak tertampung kemarin juga akan ditindak secara bertahap. Termasuk mereka yang kini menjalani penghapusan tato di Rumah Sakit Ibnu Sina, Minggu (28/1).

(yes/JPC)