Kemenag Siapkan 10 Teleskop

GERHANA BULAN: Petugas Kemenag Provinsi Aceh menyiapkan teleskop untuk pengamatan gerhana bulan total yang akan terjadi setelah magrib, Rabu malam, atau sekitar pukul 19:20 wib sampai selesai di Banda Aceh, Selasa (30/1) ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

Amati Gerhana Bulan
BANDA ACEH (RA) – Berdasarkan perhitungan tim falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, akan terjadi fenomena alam yang berkaitan dengan ibadah umat Islam berupa gerhana bulan total di wilayah Indonesia termasuk di Aceh, Rabu (31/1).

Terkait itu, Kemenag Aceh menyiapkan lokasi untuk pengamatan gerhana bulan total yang akan terjadi sejak usai magrib sekitar pukul 19.20 WIB.

Masyarakat Aceh yang ingin menyaksikan gerhana bulan yang merupakan bukti kekuasaan Allah, bisa datang ke halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh di Jalan Abu Lam U, No 9 Banda Aceh.

“Insya Allah Kemenag Aceh akan menyiapkan 10 teleskop pengamatan di halaman Kemenag Aceh dan terbuka untuk masyarakat umum,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh, Selasa (30/1).

Selain pengamatan gerhana bulan, Kemenag Aceh juga akan melaksanakan salat khusuf yang akan diimami Ustad Ivan Aulia. Lc, MA dan Khatib, Dr. Saifullah Yunus, Lc. MA di lapangan volly Kantor Kemenag Aceh.

“Sehubungan dengan peristiwa gerhana bulan, selain pemantauan, juga melaksanakan shalat Khusuf di Kanwil. Kami juga menghimbau pada masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah salat sunah khusuf di masjid, mushalla, dayah atau tempat keramaian lainnya pada waktu tersebut di atas, atau dapat dilaksanakan setelah salat Isya secara berjamaah,” lanjut Kakanwil.

Sementara Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Aceh, H. Hamdan, MA menyampaikan, tim memasangkan dua teropong di lantai dua kantor dan delapan lagi akan ditempatkan di halaman kantor.

“Tim sedang menyiapkan peralatan di lapangan untuk persiapan pengamatan gerhana bulan total besok,” ujar Hamdan.

Ia juga mengatakan, mengenai kemungkinan gerhana terpantau sangat tergantung pada keadaan cuaca, kalau cuaca bagus maka gerhana bulan total dapat dilihat sejak pukul 19.51 WIB hingga 21.07 WIB.

Secara rinci pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan waktu terjadinya gerhana bulan tersebut di Aceh awal penumbral 15.51.15 WIB dan akhir penumbral 23.08.27 WIB.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini langsung dengan melihat ke arah bulan purnama.

“Bulan purnama yang seharusnya berwana putih terang akan sedikit gelap, bahkan agak kemerah-merahan. Jika suasana pada malam itu cerah. Ukuran bulan purnama ketika gerhana kali ini terlihat lebih besar dari biasanya yang disebut dengan fenomena supermoon. Hal ini karena posisi bulan lebih dekat dengan bumi,” tutupnya. (adi/mai)