Sambut Gerhana Istimewa

SHALAT GERHANA: Masyarakat kota Banda Aceh melaksanakan shalat Khusuf (gerhana) Masjid Kemenag Aceh, Rabu (31/1) malam. HENDRI/RAKYAT ACEH

Ribuan Warga Salat Khusuf
BANDA ACEH (RA) – Ribuan masyarakat berbondong-bondong memadati masjid dan musala melaksanakan salat khusuf, Rabu (31/1). Di Banda Aceh, masyarakat mulai melaksanakan salat ba’da Isya.

Amatan Rakyat Aceh, disembilan kecamatan di Banda Aceh, seluruh masjid besar melaksanakan salat khusuf. Seperti diketahui, sebelumnya Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Aceh, telah menghimbau seluruh masyarakat Aceh untuk melaksanakan salat khusuf.

Di Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Kecamatan Meuraxa, ratusan warga mulai padati masjid usai salat magrib. Mayoritas warga datang bersama keluarga.

“Fenomena ini menunjukkan kekuasaan Allah. Sangat disayangkan bila dilewati tanpa salat khusuf,” kata Rahmawati, warga Blang Oi, Banda Aceh.
Hal yang serupa juga disampaikan Rahmat, ia sengaja membawa keluarga ke masjid untuk melaksanakan salat khusuf. Ia juga tak ingin melewati gerhana bulan istimewa tahun ini tanpa memanjatkan doa.

“Semoga segala urusan nantinya dimudahkan, semoga juga kondisi Aceh ke depan semakin baik,” ujarnya.

Di Banda Aceh, selain di masjid-masjid ratusan warga juga padati pelataran parkir Kemenag Aceh. Di lokasi ini, salat diimami Ustad Ivan Aulia. Lc, MA dan Khatib, Dr. Saifullah Yunus, Lc. MA.

Dr Saifullah Yunus, dalam khutbahnya menyebutkan para ilmuan memperkirakan gerhana total kejadian 152 tahun lalu.

“Maka kita harus bersyukur karena diberikan kesehatan sehingga dapat melihat tanda kebesaran Allah bulan merah persis di atas kita malam ini,” sebutnya.

Pada ratusan jemaah, Dr Saifullah mengisahkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat gerhana terjadi. Selain itu, menjelaskan tata laksanakan salat khusuf.

“Pada suatu ketika, Rasullah sedang duduk bersama sahabat. Tiba-tiba terlihat gerhana.
Rasul tergesa-gesa, segera melaksana shalat,” sebutnya.

Usai salat gerhana, dalam khutbahnya Nabi Muhammad juga menyampaikan bahwa gerhana tak ada kaitannya dengan meninggalnya tokoh-tokoh tertentu.

Sebelumnya, jaman jahiliyah manusia selalu mengaitkan gerhana dengan matinya tokoh-tokoh tertentu. Secara kebetulan, pernah terjadi gerhana yang secara bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim anak Nabi Muhammad SAW dari Maryam yang meninggal diusia 18 bulan.

Kabag TU, Kanwil Kemenag Aceh, Asy’ari mengatakan, pelaksanaan shalat khusuf halaman kantor Kemenag Aceh, diikuti masyarakat umum dan lebih khusus lagi karyawan dan keluarga besar kantor wilayah Kemenag Aceh.

“Belum ada kendala yang kita temukan dalam pelaksanaan salat khusuf,” ujarnya.
Fenomena ini, jelasnya, merupakan kebesaran Allah yang diperlihatkan pada hambanya, tidak ada yang tahu atas kekuasaan dan kebesaran Allah. “Kita manfaatkan dengan bersyukur kepada Allah,” kata Asyari.

Peristiwa langka yang terjadi, sudah pernah terjadi pada 152 tahun lalu. Kini di awal bulan Februari 2018 peristiwa itu kembali terjadi. (adi/ibi/mai)