DPRK Ngaku Tak Diberitahu Soal Utang dan Pemangkasan

Ist

SUBULUSSALAM (RA) – Ketua Komisi A DPRK Subulussalam, Rasumin Pohan mengaku tidak yakin pemerintah setempat memiliki utang sebesar Rp 70 Milyar untuk rekanan pada tahun 2017.

 “ kami tidak yakin utang sebesar itu hanya untuk rekanan tahun 2017. Karena tidak ada penjelasan dari TAPK kepada kami “ kata Rasumin Pohan saat dimintai tanggapannya terkait utang dan pemangkasan anggaran setiap SKPK, Jumat (2/2).

Rasumin mengatakan, meski dirinya tak masuk anggota Badan Anggaran (Banggar), ia pastikan TAPK tidak pernah duduk bersama dengan anggota DPRK untuk membahas  utang tersebut. Bahkan, Politikus PAN ini menantangan pihak eksekutif untuk membuka rincian utang supaya masyarakat tau kemana saja uang sebesar itu.

Mengenai pemangkasan anggaran setiap SKPK, DPRK juga tidak pernah dilibatkan, sehingga terkesan TAPK rangkap jabatan sebagai anggota dewan “ saya mengetahui adanya pemangkasan, saat tim TAPK mengirimkan surat pemberitahuan adanya pemangkasan anggaran Setwan sebesar Rp 2,5 Milyar “ aku Rasumin.

Bahkan, kata Rasumin, bulan lalu DPRK sudah mengundang TAPK untuk duduk bersama membahas pemangkasan anggaran tersebut, namun tidak pernah dihadiri “ DPRK tidak ada diberitahu, tiba-tiba datang surat TAPK mengenai pemangkasan anggaran Setwan  “ ujarnya.

Menurut Rasumin, dalam dua tahun terakhir pemerintah Kota Subulussalam sudah mengalami devisit keuangan, sehingga jelas kemampuan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah setempat tidak mampu dan mestinya dievaluasi “ kalau tidak mampu, di evaluasi saja. Jangan dipaksakan dengan mengorbankan kepentingan masyarakat luas “ pinta Rasumin (lim)

Area lampiran

Klik di sini untuk Balas atau Teruskan

3,49 GB (23%) dari kuota 15 GB telah digunakan

Kelola

Persyaratan – Privasi

Aktivitas akun terakhir: 24 menit yang lalu

Detail