Kota Afrin (Anadolu Agency)

ANKARA (RA) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, sebanyak 800 teroris tewas di barat laut Afrin, Syria. Sebagian tewas akibat operasi Ranting Zaitun Turki yang sedang berlangsung.

“Tentu saja, jumlah tersebut akan terus bertambah,” ujar Erdogan seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (2/2).

Pada 20 Januari, Turki bersama dengan Tentara Pembebasan Syria (FSA) melancarkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, barat laut Syria.

Menurut Staf Militer Turki, operasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki. Selain itu juga untuk melindungi penduduk Syria dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi Afrin berlangsung di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Syria.

Militer Turki juga memastikan sasaran satu-satunya operasi tersebut adalah teroris sehingga keselamatan penduduk sipil adalah yang paling utama.

Afrin merupakan tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak 2012, yaitu ketika rezim Assad di Syria menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa perlawanan. (ce1/iml/met/JPC)