Petani Belum Terbuka dengan Babinsa

MUSIM TANAM: Babinsa Kodim 0116/Nagan Raya membantu warga menanam padi di sawah baru di Kandeh Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, Rabu (31/1). For Rakyat Aceh

Pungli di Distannak
SUKA MAKMUE (RA) – Komandan Kodin (Dandim) 0116/Nagan Raya, Letkol Kav Mochamad Wahyudi, SIP MTr (Han), angkat bicara terkait adanya berita tindak pidana pungli yang terjadi di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya, Pungli tersebut diduga dilakukan oknum Plt Kabid dan staf Distannak tersebut.

Mochamad Wahyudi menegaskan kepada jajaran Kodim 0116/Nagan Raya, dengan kejadian tersebut dapat dijadikan sebagai momentum evaluasi internal Kodim, ternyata kegiatan pendampingan Upsus Swasembada Pangan yang telah dilakukan selama ini belum menyentuh hati petani.

“Petani masih belum terbuka dengan para Babinsa dilapangan. Harapan kita semua hal tersebut bisa dicegah, ketika Babinsa sudah dekat dengan petani, apapun kendala yang dihadapi oleh para petani diharapkan mau berkeluh kesah dengan para Babinsa nya, termasuk jika ada upaya-upaya yang diluar batas dan aturan dilakukan oleh oknum-oknum tertentu,” kata Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Kav Mochamad Wahyudi, SIP MTr (Han), Kamis (1/2).

Kejadian tersebut, kata Dandim, menjadi pukulan yang cukup keras disamping kepada instansi Distannak Nagan Raya juga membawa dampak buruk bagi Kodim 0116/Nagan Raya.

Kenapa? karena selama ini Kodim telah bekerjasama melaksanakan pendampingan upsus dengan Distannak, dengan demikian maka akan muncul pandangan bahwa program pendampingan upsus yang sudah dilaksanakan tidak berhasil, walaupun kejadian tersebut diluar pengetahuan kita semuanya.

“Kita harus bisa menjadi penengah antara petani dengan Distannak. Kita yang selama ini mengikuti rapat-rapat upsus pertanian, baik tingkat kabupaten, propinsi, bahkan tingkat pusat. Kita yang tahu kendala dilapangan. Jangan sampai terjadi ketidaktahuan kendala-kendala tersebut oleh petani ditafsirkan kepada hal-hal yang menjurus ke fitnah dan merugikan semua pihak,” kata Mochamad Wahyudi.

Menurutnya, jika pungli tersebut benar-benar dilakukan oleh oknum dan untuk memperoleh keuntungan pribadi, maka itu sudah menjadi resiko.

“Untuk mencegah kejadian pungli kembali terjadi, saya tekankan agar para Babinsa lebih intens kepada petani, gunakan waktu untuk konseling dengan para petani. Cari dan temukan semua permasalahan yang dihadapi oleh para petani. Bantu petani untuk mencari solusi, jika tidak jembatani kesulitan yang dihadapi oleh petani ke Kodim. Kodim nanti yang selanjutnya akan mencarikan solusi bersama dengan instansi lainnya,” kata Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Kav Mochamad Wahyudi. (ibr/bai)