Gantikan AS, Uni Eropa Gelontorkan Dana Rp 711 Miliar ke Palestina

Kota Suci Yerusalem (AFP)

Harianrakyataceh.com – Uni Eropa mengumumkan pendanaan baru sebesar EUR 42,5 juta atau sekitar Rp 711 miliar untuk membantu Palestina membangun negaranya. Pengumuman tersebut dilakukan pada Rabu (31/1), saat Brussels mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak melakukan dengan caranya sendiri sendiri dalam upaya membuat perdamaian antara Israel dan Palestina.

“Setiap kerangka kerja untuk negosiasi harus multilateral dan harus melibatkan semua pemain, semua mitra yang penting untuk proses ini. Proses tanpa satu atau yang lain tidak akan berhasil, tidak akan realistis. Tidak ada apa-apa tanpa AS,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini.

Komentarnya disampaikan pada sebuah pertemuan darurat sebuah komite internasional yang mengoordinasikan bantuan pembangunan Palestina. Para menteri pemerintah Israel, Mesir, serta Perdana Menteri Palestina, dan seorang pejabat senior AS menghadiri perundingan tersebut.

Uni Eropa

Uni Eropa (Reuters)

Pertemuan tersebut merupakan yang pertama sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Melanggar sebuah konsensus internasional bahwa status Kota Suci Yerusalem tersebut harus dipecahkan melalui perundingan antara Israel dan Palestina.

Pertemuan hari Rabu kemarin berfokus pada cara-cara untuk mempromosikan solusi dua negara terhadap konflik tersebut dan menyatakan harapan hal itu dapat menjadi elemen fasilitasi untuk memulihkan kepercayaan dan tingkat kepercayaan diri masing-masing negara.

Ketika perundingan dimulai, Uni Eropa mengumumkan bantuan pendanaan, termasuk dukungan substansial di Yerusalem Timur. Palestina berharap mendapat dukungan dari Uni Eropa.

Pertemuan tersebut juga diagendakan untuk mencari cara dalam mendukung PBB yang bekerja dengan pengungsi Palestina, United Nations Relief and Works Agency (UNRWA).

AS telah menjadi donor terbesar, memberikan sepertiga dari total anggaran pada UNRWA. Namun, Trump menahan setengah dari pembayaran angsuran pertama tahun ini.

UNRWA mengatakan, langkah tersebut telah memicu krisis keuangan terbesarnya. Donor digantikan oleh beberapa negara Uni Eropa sendiri seperti Swiss, Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Jerman, Rusia, Belgia, Kuwait, Belanda, dan Irlandia.

UNRWA sedang mencari bantuan lagi sejumlah USD 800 juta untuk operasi darurat di Syria, Tepi Barat, dan Jalur Gaza tahun ini.

(AFP/ina/ce1/JPC)