Kasus Novel Porno Berlanjut

MEMBUAT LAPORAN: Anggota DPRK Aceh Timu, Irwanda (Kiri) membuat laporan resmi kemapolres Aceh Timur terkait penemuan buku novel yang beredar di SMPN2 Sungai Raya, Jum’at (2/2). Maulana/ Rakyat Aceh

ACEH TIMUR (RA) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Irwanda akhirnya melaporkan secara resmi pada kepolisian setempat terkait beredarnya buku novel berkonten pornografi di SMPN2 Kecamatan Sungai Raya, beberapa waktu lalu.

“Pelaporan ini kita buat atas dasar temuan buku novel yang berbau pornografi. Ini adalah awal langkah kita untuk mengusut perkara ini. Laporan secara resmi telah kita layangkan,” kata Irwanda, Ahad (4/2).

Politikus muda dari Partai Aceh (PA) ini menceritakan pada saat pelaporan resmi dilayangkan ke Polres Aceh Timur dirinya disambut baik Kapolres, bersamaan dengan itu ia turut menyerahkan langsung salahsatu buku novel yang bersangkutan pada penyidik reskrim setempat.

“Setidaknya ada 40 buku yang bermasalah. Sebagai langkah awal kita serahkan satu buku untuk penyidik. Sementara sisa lainnya telah saya tarik dan disimpan di perpustakan daerah,” kata ketua Komisi A di DPRK Aceh Timur itu seraya berharap kasus ini bisa diusut tuntas.

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto menanggapi laporan itu mengatakan, pihaknya harus memiliki saksi ahli untuk bisa menarik kesimpulan. “Saksi ahli yang disebut misalnya diambil dari akademisi. Sehingga kami dalam hal ini tidak bisa berpendapat melainkan menarik kesimpulan.

Pada prinsipnya apapun laporan resmi dari warga akan kita tindak lanjuti,” kata Rudi.
Kapolres Rudi menambahkan, terkait kasus ini apabila dari kesimpulan itu memenuhi unsur tindak pidana maka terlapor akan terjerat dengan pasal 29 undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. “Maka untuk kasus ini masih dalam penyelidikan kita,” ungkap Kapolres.

Sementara itu aktivis dan tokoh Pemuda Pereulak, Yunan Nasution mengapresiasi langka anggota DPRK Irwanda yang telah melapor secara resmi pada polisi. Ini dinilainya langkah tepat agar pasokan buku yang dapat merusak karakter peserta didik tidak terulang lagi.

“Jika tidak ada yang kontrol sungguh kita sayang ulah-ulah orang yang tak bertangungjawab dalam merusak karakter anak bangsa terstruktur. Maka ini patut kita pantau bersama agar polisi bisa mengusut siapa pelaku penyusupan ini,” kata Yunan.

Kata Yunan, pihak Dinas Pendidikan dan intansi terkait tidak lalai dalam menjalankan tugasnya.
“Jangan sampai kecolongan lagi setiap bantuan dari pihak manapun.

Periksa dan evaluasi dengan hati-hati agar buku-buku yang dikonsumsi siswa benar-benar menjadi bahan dedikasi positif bukan penghancur etika peserta didik nantinya,” sebut Yunan.

Ada Aktor Intelektual

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa, minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penemuan novel porno di Aceh Timur. Pasalnya, masuknya novel tersebut ke sekolah bukan secara kebetulan atau kelalaian.

“Apalagi sempat ada dalam perpustakaan selama tiga bulan sebagaimana dikatakan kepala sekolah. Kita menduga ada aktor intelektual dibelakangnya yang sengaja memasukkan buku novel tersebut ke sekolah,” sebut Ketua Umum HMI Cabang Langsa, Hamid, Ahad (4/2).

Ia mensinyalir pelaku memiliki ada tujuan tertentu, terutama untuk merusak moral generasi Islam. Menurutnya, polisi harus segera melakukan penyelidikan lanjut.

Selain itu, instansi yang menyalurkan novel ke sekolah juga harus bertanggungjawab baik itu pemerintah maupun swasta.

“Kasus ini juga harus jadi pelajaran bagi kita semua, terutama para kepala sekolah dan pengelola pendidikan di Aceh, agar selalu waspada dan menyeleksi secara teliti terhadap bantuan buku bacaan. Jangan sampai buku-buku perusak moral dan akidah itu terlebih dahulu ditemukan siswa baru diketahui pihak sekolah,” kata Hamid. (mag-75/dai/mai)