Rakyat Aceh Terverifikasi dan Raih IPMA

TERIMA PENGHARGAAN: Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh, Sulaiman,SE (kanan) menerima sertifikasi perusahaan pers dari Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo (kiri) pada penghargaan IPMA, InMA, ISPRIMA, dan IYRA, di Hotel Mercure, Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/2) malam. IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

PADANG (RA)- Harian Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) menerima sertifikasi perusahaan pers sebagai media yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers tahun 2018. Sertifikat divarifikasi dengan nomor 167/DP-Terverifikasi/K/II/2018 diberikan kepada perusahaan Pers, PT.Aceh Intermedia Pers, merupakan surat kabar Harian Rakyat Aceh.

Penyerahan sertifikat sebagai media terverifikasi Dewan Pers diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo yang di terima Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh, Sulaiman,SE pada Malam Penghargaan kompetisi tahunan yang SPS, Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Students Print Media Awards (ISPRIMA) dan Indonesia Young Readers Awards (IYRA) di Hotel Mercure, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (7/2) malam.

Selain itu, Harian Rakyat Aceh juga menerima penghargaan wajah media cetak terbaik atau IPMA 2018 kategori regional Sumatera dari SPS. Penghargaan diserahkan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah kepada Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh, Sulaiman,SE.
Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan mengatakan, media online berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, media cetak seperti koran dan majalah masih tetap jaya. Bahkan dalam dua tahun terakhir hanya tiga koran yang mati. Itupun koran yang belum tergolong besar.

”Tidak seperti yang dibayangkan orang bahwa koran akan mati dengan gempuran media online. Tapi saya akui memang ada persaingan sangat ketat antara media cetak dan online. Namun keduanya sama-sama berkembang dengan baik,” ujar Dahlan Iskan usai acara malam penghargaan.

Dahlan menambahkan, tidak hanya koran yang masih tetap eksis hingga saat ini. Namun juga media cetak lain seperti majalah.

”Agar ke depan industri cetak ini masih tetap bertahan, maka anak-anak muda harus menciptakan berbagai inovasi yang membuat koran maupun majalah tetap diminati masyarakat,” ujar founder Jawa Pos Group itu.

Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan pers ke depan diharapkan objektif dan profesional. Pemko Padang sangat mendukung media seperti itu.
”Di era digitalisasi, media cetak masih mendapat tempat di hati masyarakat. Banyak tertumpang harapan pada media cetak karena dapat mengubah cara pandang dan mempengaruhi opini,” kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada pembukaan acara tersebut.

Dikatakannya, pemberitaan yang berimbang, kritik yang membangun dan solutif sangat dibutuhkan. Apalagi dua tahun ke depan penuh agenda politik. Media cetak diharapkan juga membangun suasana yang kondusif.

”Karya jurnalistik yang makin baik waktu ke waktu. Sikap positif menerima hal yang baru akan terbangun. Dapat menjadi titik sentuh, efek domino dalam perkembangan media massa,” katanya.

Ia mengapresiasi kegiatan anugerah IPMA, InMA, ISPRIMA dan IYRA yang digelar SPS. Diharapkannya dengan adanya kompetisi ini industri media cetak semakin baik.
”Kompetisi ini juga dapat memacu insan pers semakin profesional dalam membantu pemerintah membangun bangsa ini,” ujarnya. (cr23/jpnn/ibr)