BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu Malaysia

BARANG BUKTI: Kepala BNNP Aceh, Faisal. AN bersamapejabat lainya menunjukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan oleh petugas BNNP Aceh saat tgelar perkara di Banda Aceh, Senin (12/2). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Dit Narkoba Polda Aceh, BNNK Langsa, dan Polresta Banda Aceh gagalkan peredaran sabu di Aceh Utara. Pelaku merupakan sindikat internasional Penang (Malaysia) – Aceh yang menyelundupkan narkoba lewat jalur laut.

Tiga tersangka yang ditangkap diantaranya Edi warga Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Berikutnya Ikbal warga Kecamatan Nurussalam, Aceh Utara dan Said Samsul Kamal warga Jangka, Bireuen.

Sebelum penangkapan, Polisi Diraja Malaysia berkoordinasi dengan BNN Pusat terkait adanya penyelundupan sabu. Tersangka membawa narkoba menggunakan boat untuk disalurkan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh, bahkan ke sejumlah provinsi lainnya.

“Kasus ini kita ungkap berdasarkan pengembangan di Langsa 10 Januari 2018 lalu, bahwa dalam penyelidikan kasus tersebut ada seorang DPO yakni Ikbal, pada hari dan tanggal tersebut. Namun setelah kita pantau dan melakukan penyelidikan ternyata saudara tersebut masih juga berusaha menyeludupkan sabu-sabu ke Aceh, kita terus pantau pengerakannya dari tanggal tersebut,” kata Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Senin (12/2).

Kemudian 10 Februari 2018, pihak BNNP Aceh berasil ungkapkan kasus ini, yang berawal dari penangkapan Edi, di rumahnya yang beramat di Dusun Tengku Ulee Uteun, Desa Kuala Keureuto Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Di halaman rumahnya, BNNP bersama pihak kepolisian mengamankan 20 kilogram sabu-sabu jenis Kristan yang dibungkus dalam bungkusan plastik teh Cina.

“Barang haram tersebut disembunyikan Edi dalam dua tas di halaman rumahnya,”sebutnya.

Hasil pemeriksaan Edi, barang tersebut merupakan milik Ikbal aliyas Dek Bat, kemudian melakukan pengejaran dan pada hari yang sama berhasil ditangkap di kawasan Aceh Besar.

“Lalu kita tangkap Dek Bat di Aceh Besar, ia berusaha kabur, pada saat penangkapan kita juga amankan Said Samsul Kamal yang juga merupakan pengantar barang milik Dek Bat,” katanya.

Menurut pengakuan tersangka setelah diamankan, sebelumnya Dek Bat telah mendatangkan sabu ke Aceh sebanyak tiga kali, yakni dengan berat pertama 40 kg, 17 kg, 30 kg dan 20 kg.

“Kali keempat kita tangkap, barang tersebut mereka salurkan untuk pengguna di Aceh dan luar Aceh,”ujarnya.

Atas perbuatanya, tersangka tersebut dikenakan pasal berlampis, pasal 114 ayat 2 jo, pasal 132 ayat 1, pasal 113 ayat 2 Jo, pasal 132 ayat 1 undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009.

“Proses penyelidikan terhadap pelaku kita lakukan di BNN Pusat Jakarta,” sebutnya.
Sementara itu Kepala BNNP Aceh juga mengatakan pihaknya bersama pihak kepolisian dan aparat lainnya, akan menutup gerak para pengedar sabu-sabu, yang selama ini masih ada cara dalam melakukan aksinya, dengan langkah dan upaya yang telah mereka tetapkan.
“Kita sudah kerja sama dengan polisi Malaysia, namun namanya mafia masih saja bisa bergerak,” katanya.

Illiza Saaduddin Djamal, staf khusus Wakil Gubernur Aceh mengatakan, pihak pemerintah Aceh juga komit dalam melakukan pemberatasan terhadap narkotika yang selama ini merusak generasi di Aceh. “Pemerintah Aceh terus komit berantas narkoba,” sebutnya. (ibi/mai)