Anggota DPR RI Asal Aceh ini Tolak Seluruh Rumah Ibadah di Jaga Polisi

Anggota Komisi III DPR, Muslim Ayub FOTO : FRAKSI PAN

JAKARTA (RA) – Demi mencegah penyerangan terhadap ulama dan juga pemuka agama di tempat ibadah tidak terulang lagi. Polri mewacanakan akan menempatkan personelnya untuk berjaga di setiap rumah ibadah.

Menanggapi usulan itu, Anggota Komisi III DPR, Muslim Ayub mengaku menyambut baik wacana Polri tersebut. Dia pun mendukung supaya kejadian penyerangan kepada pemuka agama tidak terjadi lagi.

“Kami juga mendukung itu, maksudnya memang baik,” ujar Muslim kepada JawaPos.com, Senin (19/2).

Namun demikian, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku tidak setuju apabila semua tempat ibadah dijaga oleh aparat kepolisian. Kata dia, akan lebih baik jika di daerah-daerah rawan saja.

“Tapi tidak perlu juga semua tempat ibadah ada polisinya. Sebaiknya di daerah-daerah tertentu saja,” katanya.

Lagi pula apabila semua rumah ibadah dijaga oleh personel kepolisian. Maka akan membuang-buang anggaran saja. Karena rumah ibadah jumlahnya tidak sedikit.

“Iya (membuang anggaran), perlu menjaga di daerah-daerah tertentu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menginstruksikan kepada seluruh kapolda untuk meningkatkan pengamanan di rumah ibadah. Baik itu musalah, masjid, gereja, wihara, kelenteng ataupun pura.

Perintah itu disampaikan jenderal bintang itu saat memimpin Video Conference (Vicon) dengan seluruh kapolda di Mabes, Senin (19/2). Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut, dalam vicon itu Wakapolri mengintruksikan agar para kapolda mengeluarkan perintah kepada seluruh kapolres dan kapolsek untuk melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah.

‎Agar kasus ini tidak terulang lagi, kata Setyo, Wakapolri meminta setiap pimpinan Polri di wilayah untuk melakukan pendekatan dengan pemuka agama.

Sementara untuk daerah yang pernah mengalami penyerangan terhadap pemuka agamanya, Polri pun mengirimkan tim ke lokasi. Tim tersebut difungsikan sebagai pasukan tambahan guna melakukan penyelidikan kasus-kasus tersebut. (gwn/JPC)